Konflik Makin Memanas, Israel Ancam Boikot Bisnis Palestina - Catatan Anak Sholeh

Terbaru

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Senin, 11 Desember 2017

Konflik Makin Memanas, Israel Ancam Boikot Bisnis Palestina

Catatan Anak Sholeh


Israel Kewalahan Dengan Banyaknya Aksi Unjukrasa Warga Palestina


Tepi Barat – Pasca pernyataan sepihak yang dilakukan Presiden AS Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibukota Israel mengundang banyak warga Palestina untuk berunjukrasa. Tercatat di wilayah jajahan Israel di Hebron dan Betlehem, puluhan pengunjuk rasa melakukan demontrasi secara terus-menerus tak terkecuali murid-murid sekolah di sana.

Dalam laporan Kementerian Kesehatan Palestina, aksi unjuk rasa yang dilakukan memakan korban luka sebanyak 1.250 warga. “Sebanyak 150 terluka akibat terjangan timah panas,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan Palestina Ossama al-Najjar kepada kantor berita Palestina, Wafa, kemarin.

Sementara itu di Gaza, warga Palestina yang tinggal di daerah blokade menyerang aparat Israel yang sedang berjaga di perbatasan Gaza-Israel. Dua warga dilaporkan gugur setelah Israel melakukan serangan udara. Serangan tersebut merupakan respon dari serangan roket yang ditembakan pejuang Hamas di Gaza. (Republika, 11/12/17)

Aksi unjuk rasa juga digelar warga Palestina di depan kedubes AS untuk Lebanon di Beirut, kemarin. Aksi tersebut berakhir ricuh. Kericuhan tersebut tatkala pengunjuk rasa mencoba menerobos barikade dan melempari gedung kedubes AS dengan batu.

Dari aksi yang digelar secara serentak semenjak Donald Trump memberikan pernyataannya membuat Israel semakin kewalahan. Menteri Pertahanan Israel meminta warga Palestina untuk menghentikan aksinya. “Harapan kami adalah segala sesuatu kembali tenang dan kita akan kembali ke jalan kehidupan normal tanpa kerusuhan dan tanpa kekerasan,” kata Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman.

Avigdor juga menyerukan akan melakukan pemboikotan bisnis Arab di Wadi Ara selama warga terus melakukan demontrasi. “Saya akan menyerukan kepada semua warga Israel untuk berhenti pergi ke toko mereka, berhenti berbelanja, berhenti mendapatkan layanan,” Bahkan militer Israel juga akan mengebom terowongan-terowongan di Gaza dalam waktu dekat. (Republika, 11/12/17) [BS]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Top Ad

Responsive Ads Here