Kamis, 25 Januari 2018

Cintai Ulama agar Bisa Bersamanya di Surga

Catatan Anak Sholeh
Cintai Ulama agar Bisa Bersamanya di Surga
CATATAN ANAK SHOLEH - Surga adalah tempat terindah yang diidamkan oleh setiap orang beriman. Di dalamnya terdapat berbagai kenikmatan dan kenyamanan yang belum pernah dirasakan manusia selama hidup di dunia.
Allah Ta'ala, berfirman:
أَصْحٰبُ الْجَنَّةِ يَوْمَئِذٍ خَيْرٌ مُّسْتَقَرًّا وَأَحْسَنُ مَقِيلًا
"Penghuni-penghuni surga pada hari itu paling baik tempat tinggalnya dan paling indah tempat istirahatnya." (QS. Al-Furqan 25: Ayat 24)
Diantara para calon penghuni surga adalah orang yang Allah berikan kedudukan dan kemuliaan disisinya yaitu seorang yang faqih ahli ilmu agama, atau yang sering kita sebut Ulama. Seorang yang berdakwah menyebar luaskan ilmu agama, termasuk dalam barisan para ulama. Tidak saja secara lisan teori saja mereka berdakwah tapi juga diiringi dengan amal perbuatan yang mencerminkan akhlak dan perilakunya.
Allah Ta'ala, berfirman:
  ...إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمٰٓؤُا  ۗ  إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ
"...Di antara hamba-hamba Allah yang takut kepada-Nya, hanyalah para ulama. Sungguh, Allah Maha Perkasa, Maha Pengampun." (QS. Fatir 35: Ayat 28)
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إن الْعُلُمَاءُ وَرَثَةُ اْلأَنْبِيَاءِ، إِنَّ اْلأَنْبِياَءَ لَمْ يُوَرِّثُوْا دِيْناَرًا وَلاَ دِرْهَماً إِنَّمَا وَرَّثُوْا الْعِلْمَ فَمَنْ أَخَذَ بِهِ فَقَدْ أَخَذَ بِحَظٍّ وَافِرٍ
“Sesungguhnya ulama adalah pewaris para nabi. Sungguh para nabi tidak mewariskan dinar dan dirham. Sungguh mereka hanya mewariskan ilmu maka barangsiapa mengambil warisan tersebut ia telah mengambil bagian yang banyak.” (Tirmidzi, Ahmad, Ad-Darimi, Abu Dawud. Dishahihkan oleh Al-Albani)
Dalam hadits yang lain Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللهَ لاَ يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعاً يَنْتَزِعُهُ مِنَ الْعِباَدِ، وَلَكِنْ بِقَبْضِ الْعُلَماَءِ. حَتَّى إِذَا لَمْ يُبْقِ عاَلِماً اتَّخَذَ النَّاسُ رُؤُوْساً جُهَّالاً فَسُأِلُوا فَأَفْتَوْا بِغَيْرِ عِلْمٍ فَضَلُّوا وَأَضَلُّوا
“Sesungguhnya Allah tidak mencabut ilmu dengan mencabutnya dari hamba-hamba. Akan tetapi Dia mencabutnya dengan diwafatkannya para ulama sehingga jika Allah tidak menyisakan seorang alim pun, maka orang-orang mengangkat pemimpin dari kalangan orang-orang bodoh. Kemudian mereka ditanya, mereka pun berfatwa tanpa dasar ilmu. Mereka sesat dan menyesatkan.” (HR. Al-Bukhari no. 100 dan Muslim no. 2673)
Ulama adalah orang yang berilmu, lalu dengan ke ilmuannya mereka takut kepada Allah Ta'ala. Ilmu ulama bukan sekadar informasi buku berjilid-jilid yang tersimpan dalam memori mereka, tapi ilmu yang membuat mereka takut kepada Allah Ta'ala, sehingga mengamalkannya.
Maka orang orang yang tidak takut dengan Allah, mereka bukan barisan dan kelompok para ulama. Kita perhatikan saat ini, sungguh fenomena yang memprihatinkan dan miris, melihat mereka para pembenci ulama, barisan pengikut setan musuh musuh Allah, membuat berbagai makar agar orang orang tidak lagi mempercayai ulama, fitnah keji mereka tebar. Yang pada akhirnya orang orang bodoh lebih mempercayai institusi modern penuh rekayasa dari pada ulama.
Sungguh hina apabila kita menemukan orang-orang yang membenci ulama. Hal ini menyedihkan karena merupakan pelecehan terhadap agama. Sebab, agama senantiasa diperjuangkan oleh ilmu-ilmu yang disyiarkan oleh ulama. Lantas apabila ada orang yang menghinakan ulama itu berarti ia sungguh-sungguh telah melecehkan agama. 
Bukan hanya itu, orang yang melecehkan ulama seolah sedang menentang Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Sebab Nabi jelas-jelas memerintahkan kita selaku umatnya agar memuliakan ulama, menghormati dan juga mencintai bukan malah menghinakannya.Na'udzubillah.
 
Semoga kita dijadikan orang-orang yang selalu dekat dengan ulama. Mencintai dan memuliakannya dengan penuh keikhlasan. Serta dijadikan orang yang senantiasa tidak bosan untuk mengambil ilmu dari mereka. Agar kita menjadi orang-orang yang diangkat derajatnya dan didekatkan dengan Allah Ta'ala kemudian dimasukan kesurgaNya kelak karena sebab mencintai dan membela para calon penghuni surga.
Wallahu a'lam
Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia
Sumber:
Share THIS:


EmoticonEmoticon

bawah artikel

New Update

Subcribe