Selasa, 02 Januari 2018

IDC Bantu Keluarga Pejuang FPI yang Kini Ditahan Polisi

Catatan Anak Sholeh
Istri Boy Giadria, Darlia (kiri), saat ditemui di rumahnya, Sabtu (30/12)/
Catatan Anak Sholeh - Jakarta, Boy Giadria (41), kini harus menjadi tahanan di Mapolres Metro Bekasi, Jawa Barat. Lelaki asal Pondok Gede, Jakarta Timur, ini harus berpisah dengan istri dan ketiga orang anaknya.
Darlia (41), istri -Bang Boy- sapaan akrabnya, sangat sedih dan terpukul, mendengar sang suami ditahan aparat kepolisian. Padahal suaminya bukan pelaku kriminal, sebaliknya, ia adalah seorang pria shalih dan aktivis Islam yang bergabung dalam Ormas Front Pembela Islam (FPI).
“Dia sudah lama bergabung di FPI, setiap ada kegiatan selalu hadir. Dia selalu kirim foto kalau ada aksi, makanya saya selalu mendukung,” kata Darlia, istri Boy, di rumahnya, Sabtu (30/12/2017).
Bang Boy, dikenal sebagai sosok yang sangat peduli terhadap sesama. Ayah tiga orang anak itu pun tergerak hatinya ketika menyaksikan para remaja, mabuk obat hingga memicu terjadinya tawuran dan tindakan kriminalitas lainnya.
Menurut Azis Yanuar, kuasa hukum Boy Giadria, kliennya mendapatkan laporan dari masyarakat adanya peredaran obat-obatan terlarang. Hingga akhirnya Boy bersama teman-teman FPI mendapati sebuah toko obat, di Jl Cemerlang Jatibening Bekasi, yang ternyata menjual obat keras Daftar G yang terdiri dari berbagai macam jenis pil lexotan obat keras dari Dextro, Tramadhol, Exzimer dan lain sebagainya termasuk obat anak-anak yang sudah kedaluarsa, pada Rabu (27/12/2017).
Catatan Anak Sholeh
Relawan IDC bersama salah satu anggota FPI dan istri Boy Giadria, Darlia, di rumahnya, Sabtu (30/12)
Setelah pengedar obat keras tersebut tertangkap tangan, Boy kemudian menyerahkan proses hukumnya kepada aparat keamanan.
Sehari pasca tangkap tangan pengedar obat keras tersebut, empat orang anggota FPI justru dijemput paksa aparat kepolisian tanpa didahului surat pemanggilan resmi pada keesokan harinya, Kamis (28/12/2017). Mereka adalah, Boy Giadria, Syafii Alwi, Roni Herlambang dan Saiman.
“Dari empat orang anggota FPI tersebut, ketiganya dibebaskan pada hari Kamis dan Jumat. Namun, satu orang anggota FPI, Boy Giadria hingga kini justru ditahan,” kata Aziz Yanuar dalam rilisnya Sabtu (30/12/2017).
Kabag Humas Polresta Bekasi Kota, AKP Erna Ruswing, membenarkan bahwa Boy Giadria kini ditahan dan menjadi tersangka.
Baca Juga ini:
“Sedangkan dari salah seorang ormas FPI itu yang diduga melakuan tindakan pemaksaan terhdap penjual toko obat terlarang itu, polisi mengenakan pasal 170 dan 335 ayat 1 tentang kekerasan dan pemaksaan dengan ancaman 5 tahun pidana,” kata Kabag Humas Polresta Bekasi itu.
Sementara Aziz Yanuar selaku pihak kuasa hukum, membantah hal tersebut. Kliennya sama sekali tidak melakukan tindakan kekerasan apa pun. Ia bahkan menantang untuk dilakukan visum bila hal itu terjadi.
Baca Juga :
Menurut Aziz selama ini FPI di Bekasi, selalu berkoordinasi dengan baik dengan aparat kepolisian dalam mengatasi adanya penyakit masyarakat atau kemaksiatan. Ia sangat menyayangkan, bila anggota FPI yang membantu aparat kepolisian justru dikriminalisasi.
“Bila perkara ini didiamkan, akan menjadi preseden buruk ke depannya. Sebab bila ada pelaku kriminal, seperti pengedar narkoba, atau maling yang mencuri di rumah anda, kemudian anda melakukan tangkap tangan, justru si maling atau pengedar Narkoba, bisa menuntut anda dengan pasal-pasal karet seperti perbuatan tidak menyenangkan dan lain-lain,” jelasnya.


EmoticonEmoticon

bawah artikel

New Update

Subcribe