Jumat, 19 Januari 2018

Melalui Gerakan Ekonomi Sedekah Menuju Kesejahteraan Umat


Pembina Baitul Mal Berkah Amanah Bogor Ustaz Iyus Khaerunnas
CATATAN ANAK SHOLEH - BOGOR, Dalam dunia dakwah dikenal dengan dakwah bil-lisan yaitu dakwah dengan lisan seperti kegiatan taklim dan dakwah bil-hal yang biasanya dikaitkan dengantadbir, yakni mengelola urusan-urusan umat agar berkembang dan maju.
"Jika dilihat dari dua kategori tersebut, mayoritas umat Islam di negeri kita umumnya masih pada tataran dakwah bil-lisan atau taklim seperti pengajian, seminar, tablig Akbar dan sebagainya. Begitupun di masjid-masjid kejamaahan yang ada masih sebatas kejamaahan shalat dan pengajian," ujar Pembina Baitul Mal Berkah Amanah Bogor Ustaz Iyus Khaerunnas saat kajian ekonomi sedekah di Bogor, Selasa (16/1).
Menurutnya, kejamaahan saat ini belum maksimal pada tataran kejamaahan sosial, budaya, pendidikan, modal, usaha/ekonomi, politik, keamanan teritorial (satgas masjid) dan lainnya.
"Apa dampaknya bagi kehidupan jika tadbir kurang disosialisasikan? Alhamdulillah umat Islam ramai di masjid-masjid namun kurang menyentuh wilayah lingkungan masjid. Perhatikan warung atau pasar disekeliling masjid itu jarang dimiliki jamaah masjid. Begitupun jabatan RT, RW, lurah/kepala desa itu juga jarang dipegang oleh jamaah masjid," ungkap Ustaz Iyus.
"Walhasil, di masjid kita hidup syar'i, di luar masjid ditelikung oleh kehidupan sekular-liberal, termasuk sistem riba dalam kegiatan ekonominya," tambahnya.
Oleh karena itu, salah satu upaya mengatasi persoalan tersebut, Ustaz Iyus bersama kawan-kawannya di Baitul Mal Berkah Amanah melakukan gerakan ekonomi sedekah. "Gerakan ini bagian dari dakwah bil-hal atau tadbirul ummah, mengurus dan mengelola umat khususnya dalam aktifitas ekonomi," tuturnya.
Ia mengungkapkan, saat ini tantangan ekonomi kapitalis ribawi tengah menguasai umat dari hulu hingga hilir, termasuk jalur pendistribusiannya lewat mall atau mart-mart. Belum lagi lembaga keuangan yangg menggurita menyedot dana umat dengan jumlah besar. "Kita merasakan perangkat mandinya umat Islam, pakaian yang dikenakan, bumbu masak yang digunakan, beras yang dimasak, hingga alat-alat komunikasi serta kendaraan dan seterusnya, itu kebanyakan bukan hasil produk kaum muslimin. Padahal Rasulullah Saw bersabda,janganlah kalian mengkonsumsi sesuatu kecuali dari (produk) orang-orang yang taqwa," jelasnya.
Tantangan seperti ini, kata Ustaz Iyus, tidak bisa dilawan dengan sekadar taklim tapi harus gerakan tadbir secara massif dari mulai penguatan ideologi, akidah, alwala Walbaro-nya, hingga terjun ke lapangan secara langsung.
"Ini yang sedang digarap oleh gerakan ekonomi sedekah yang insyaallah beberapa bulan ke depan sudah bisa dirasakan manfaatnya baik oleh anggota (jamaah) maupun masyarakat secara umum," tandas Ketua Gerakan Nasional pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) Bogor itu.
red: adhila
Sumber :
Share THIS:


EmoticonEmoticon

bawah artikel

New Update

Subcribe