Sabtu, 24 Februari 2018

Dikutuk Berbagai Negara, Serangan Udara Rezim Assad di Ghouta Timur Kembali Mengganas

Catatan Anak Sholeh
Pemboman Suriah di Ghouta Timur (foto - duniaekspres)
CATATAN ANAK SHOLEH - Ghouta, Kebiadaban Rezim Bashar Assad sudah bebal. Kutukan dan kecaman dari berbagai negara atas bombardemen selama ini di Ghouta Timur sama sekali tak   menyebabkan rezim Suriah yang didukung Rusia surut.  Jum'at lalu (23/2) kembali Angkatan Udara Suriah melakukan pemboman mematikan ke Ghouta Timur.
Seperti dilansir Anadolu, 24 Februari,  setidaknya 15 orang tewas akibat serangan udara oleh rezim Assad di Distrik Ghouta yang dikuasai oposisi Suriah,  ujar sumber pertahanan setempat. Selama empat hari terakhir, setidaknya 334 warga sipil tewas oleh serangan udara oleh rezim Assad di Ghouta Timur.
Informasi yang diperoleh koresponden Anadolu Agency di wilayah tersebut, serangan udara itu menargetkan wilayah pemukiman di distrik tertentu, termasuk Duma, Ein Tarma dan Saqba.
Tempat tinggal bagi sekitar 400.000 penduduk sipil, Ghouta Timur berada di bawah kepungan melumpuhkan selama lima tahun terakhir, yang menjadikan wilayah tersebut dinyatakan sebagai ambang bencana kemanusiaan.
Berbagai negara seperti Amerika, Arab Saudi, juga lembaga internasional PBB dan Organisasi Konferensi Islam (OKI)  mengutuk kebiadaban rezim Assad. OKI meminta rezim Suriah untuk segera menghentikan serangan dan mengizinkan bantuan kemanusiaan masuk ke wilayah tersebut.
OKI mengecam serangan brutal yang diluncurkan oleh rezim Bashar al-Assad di wilayah Ghouta timur, Suriah yang telah menyebabkan banyak korban tewas. Dalam pernyataan tertulis, OKI juga kembali menegaskan komitmennya terhadap konvensi Jenewa-1 dan resolusi Dewan Keamanan PBB yang mendukung solusi politik dengan tetap melindungi integritas teritorial Suriah.
Sementara Dewan Keamanan PBB sampai menunda sidang voting (pemungutan suara) atas amandemen proposal gencatan senjata Suriah. Dewan Keamanan (DK) PBB menunda pemungutan suara (voting) untuk gencatan senjata di Suriah selama 30 hari. Jet-jet tempur pro pemerintah tengah membombardir benteng terakhir pejuang Suriah di dekat Damaskus dan menjadi kampanye pemboman yang paling mematikan.
"Sebuah rancangan resolusi yang ditujukan untuk mengakhiri pembantaian di distrik Ghouta timur dan di tempat lain di Suriah telah diajukan untuk dilakukan voting oleh 15 anggota DK PBB," ujar Duta Besar Kuwait untuk PBB, Mansour Ayyad al-Otaibi dilansir dari Reuters, Sabtu (24/2/2018). Proposal gencatan senjata Suriah itu dua hari lalu di veto oleh Rusia, sekutu Assad.
Red : msa
Sumber : Anadolu
share THIS:


EmoticonEmoticon

bawah artikel

New Update

Subcribe