Senin, 05 Februari 2018

Mahasiswa Berani itu Bernama Zaadit

Catatan Anak Sholeh
Ketua BEM UI Muhammad Zaadit Taqwa.

CATATAN ANAK SHOLEH - Muhammad Zaadit Taqwa menjadi viral di jagat maya. Bukan, dia bukan Dilan yang juga sedang menjadi perbincangan. Memang keduanya sama-sama muda, sama-sama pejuang, tapi berbeda kelas. Dilan dengan kata-katanya yang puitis bak pujangga, berjuang demi cinta sesaat. Sedangkan Zaadit dengan keberaniannya, berjuang demi urusan umat.
Zaadit, mahasiswa pemberani yang memberikan “kartu kuning” di hadapan penguasa. Sebagai pengingat akan gentingnya permasalahan rakyat yang harus segera diselesaikan. Zaadit yang mewakili teman-teman seperjuangannya hanya ingin menyampaikan tiga poin penting kepada penguasa. Penyelesaian gizi buruk di Papua, kejelasan kasus penetapan Pejabat Gubernur yang membuka kembali dwifungsi Polri/TNI, serta menolak aturan yang membatasi dan mengkukung ruang gerak mahasiswa.
Ya, begitulah seharusnya mahasiswa, yang muda yang pejuang. Bukan diam dibalik hiruk pikuk kesenangan yang membuai angan. Zaadit telah membuat publik terperangah akan keberaniannya. Mengobati kerinduan umat akan mahasiswa-mahasiswa yang kritis menyuarakan kebenaran. Setelah sekian lama terlelap dalam tidur panjang.
Mahasiswa seharusnya terus menjadi agen perubahan dan mengoreksi penguasa di saat mulai bertindak sewenang-wenang. Bukan sembunyi dan berada di zona nyaman. Dimabukan dengan cinta semu, pergaulan dan gaya hidup bebas yang melenakan.
Zaadit, membuka pintu bagi mahasiswa lain untuk bersikap sama. Berani membela umat. Lantang mengoreksi penguasa. Walau mungkin dibalas dengan banyak tekanan bahkan penindasan. Tapi mahasiswa berani tak akan menyerah dalam perjuangan. Karena masa depan umat dan bangsa sedang dipertaruhkan.
Di mana pun zamannya, pemuda selalu menjadi ujung tombak perubahan. Kritis dalam bersuara. Cerdas dalam menyikapi keadaan. Menjadi pejuang membela kepentingan umat. Bukan menjadi pecundang yang berlindung di balik ketiak penguasa.
Zaadit hanya sebuah awal. Semoga di belakangnya akan ada banyak pemuda dan mahasiswa lain yang ikut serta dalam perjuangan mulia. Karena umat sudah menunggu terlalu lama. Pemuda yang kritis dan berani seperti Ali bin Abi Thalib. Cerdas seperti Mush’ab bin Umair. Dan tangguh seperti Jafar bi Abi Thalib. Aamiin.
Ummu Naflah
Muslimah Peduli Generasi, tinggal di Tangeran
Sumber:
share THIS:


EmoticonEmoticon

bawah artikel

New Update

Subcribe