Selasa, 20 Februari 2018

Pornografi Merusak Generasi

Catatan Anak Sholeh
Ilustrasi aksi menolak pornografi

Saat ini kemajuan tekhnologi semakin berkembang pesat. Mudahnya jaringan internet memberikan peluang lebih besar terhadap pengguna termasuk dari kalangan anak-anak dan remaja untuk mengakses pornografi.
Data Komisi Nasional Perlindungan Anak mengungkapkan dari 4.500 remaja di 12 kota di Indonesia, 97 persennya pernah melihat pornografi, begitu juga di kalangan siswa. Dari 2.818 siswa, 60 persennya pernah melihat tayangan yang tidak senonoh itu.(Republika 11/10/2016)
Maraknya media–media seperti koran, majalah , tv, internet dan media elektronik lainnya yang mengeksploitasi tubuh secara fisik serta menimbulkan rangsangan erotis bak jamur di musim hujan. Hal ini merupakan persoalan yang pelik dalam menyuburkan praktek-praktek pornografi.
Menurut salah satu sumber bahwa situs web yang memuat konten pornografi menghasilkan laba sangat besar. Bisnis haram yang menjanjikan ini memiliki omzet miliaran dollar AS. Kontribusi untung dari bisnis tersebut mencapai 18 miliar AS pertahun. Wajar, dalam sistem sekuler ini perang terhadap pornografi seakan sulit dibendung, demi meraup keuntungan generasi menjadi taruhan.
Menurut data Kemeninfo, bahwa peminat terhadap konten pornografi sebagian besar adalah kalangan anak-anak dan remaja. Hal ini berdampak pada perkembangan otak dan penyimpangan perilaku generasi. Dampak dari pornografi ini dapat menimbulkan dekadensi moral terutama dikalangan generasi muda, meningkatnya kejahatan seksual dan menjadi penyebab maraknya pergaulan seks bebas, hamil diluar nikah dan aborsi. 
Selain itu dampak pornografi dapat merusak otak dua kali lebih parah dibandingkan narkoba. Seorang ahli bedah otak dari AS Dr.Donald Hilton Jr. mengatakan bahwa pornografi sesungguhnya merupakan penyakit karena merusak struktur otak dan fungsi otak. Bila narkoba mampu merusak tiga bagian otak maka kecanduan pornografi akan merusak lima bagian otak.
Bagaimana mengatasi bahaya pornografi dan pornoaksi?
Islam memiliki seperangkat aturan dan norma yang menjadi solusi tuntas untuk memberantas pornografi dan pornoaksi. Hal ini dilakukan oleh negara yang memiliki peran vital.
Islam memiliki konsep tentang batasan aurat laki-laki dan perempuan. Islam mewajibkan kepada perempuan untuk menutup aurat seperti firman Allah SWT :
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
"Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: "Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka". Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang".
Islam melarang beberapa tindak yang berkaitan dengan tata pergaulan pria dan wanita. Di antaranya Islam melarang tabarruj (berhias berlebihan di ruang publik), berciuman, berpelukan, bercampur-baur antara pria-wanita, berkhalwat dengan wanita bukan mahram, dan segala perbuatan yang dapat mengantarkan kepada perzinaan.  Sebagaimana firman Allah SWT :
وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk". (al-Israa’: 32)
Islam pun melarang penyebaran pornografi dan pornoaksi ditengah masyarakat dengan cara mengawasi secara ketat media-media yang ada untuk tidak memproduksi segala bentuk yang berbau pornografi. Secara ekonomi adanya larangan bagi warga negara untuk mencari rezeki yang diharamkan oleh syariat Islam seperti menjadi aktor video porno, menjadi penjual videonya dan sebagainya.
Peran yang lebih penting adalah bagaimana negara membina dan mendidik ketaqwaan masyarakat sehingga memiliki visi dan misi tujuan kehidupan ini adalah mencari Ridho Allah SWT. Ketika sesuatu di larang dalam agama maka dengan kesadaran masyarakat akan meninggalkannya. Sehingga masalah pornografi merupakan salah satu kemudharatan dan dosa yang harus di jauhi.
Generasi ini akan selamat dari pornografi dan pornoaksi apabila halal haram menjadi standar dalam kehidupan. Wallahu a'lam
Ummu Faza El-Kenzo 
sumber:
www.suara-islam.com
share THIS:


EmoticonEmoticon

bawah artikel

New Update

Subcribe