Senin, 19 Februari 2018

Teror terhadap Ulama, HNW: Ulama Berperan Besar Selamatkan NKRI

Catatan Anak Sholeh
Wakil Ketua MPR, DR. H. Hidayat Nur Wahid, MA

CATATAN ANAK SHOLEH - Jakarta,  Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid menyesalkan kejadian-kejadian yang menimpa para ulama dan aktivitas masjid belakangan ini. Masjid dirusak, remaja masjid diteror dengan pisau, bahkan para ulama juga diserang, bahkan ada yang sampai meninggal dunia.
Tak hanya itu, Hidayat juga menyinggung adanya upaya mengatur isi ceramah di masjid dan mushala oleh Bawaslu. Ia menyebutkan, para ulama dan umat Islam kerap dituduh intoleran, radikal, dan teroris. Tuduhan itu menurut Hidayat, selain salah kaprah, juga mengingkari fakta sejarah yang ada.
"Padahal ulama dan aktivis ormas serta partai Islam mempunyai peran yang besar dalam menghadirkan Pancasila, menyelamatkan NKRI, dan mengisi kemerdekaan," ujar Hidayat, dalam siaran pers yang dilansir Rol, Ahad (18/2/2018).
Politisi PKS itu menjelaskan, ketika Pancasila disepakati pada 22 Juni 1945, ada pihak yang merasa keberatan dengan Sila pertama. Menanggapi tuntutan tersebut, tokoh-tokoh Islam yang tergabung dalam Panitia 9 yang berasal dari Muhammadiyah, NU, Syarekat Islam, dan kelompok Islam lainnya rela menghapus tujuh kata dalam Sila Pertama Pancasila.
"Sila Pertama Pancasila sekarang masih menjelaskan ketauhidan agama Islam. Tokoh Islam di Panitia 9 mendahulukan kepentingan bangsa," tambahnya.
Hidayat tak bisa membayangkan bagaimana bila kemauan mereka ditolak oleh para ulama. Sehingga terasa aneh jika ulama Indonesia disebut intoleran. 
Mantan Presiden PKS itu juga menceritakan, sejak 1946, atas tekanan Belanda dengan berbagai cara, membuat bangsa ini tak berbentuk NKRI, namun menjadi Republik Indonesia Serikat (RIS).
Hal inilah yang disadari oleh politisi partai Islam Masyumi, Muhammad Natsir di tahun 1950. Pada 13 April 1950, Natsir menyatakan Mosi Integral. Dalam mosi itu Natsir menyatakan RIS tidak sesuai dengan cita-cita 17 Agustus 1945. Keinginan untuk kembali ke NKRI oleh Natsir melalui Mosi Integral itu didukung oleh Soekarno, Hatta, dan semua politisi.
"Dari mosi integral tersebut akhirnya  Indonesia  kembali ke NKRI. Dari sinilah tokoh Masyumi, partai Islam, berhasil menyelamatkan Indonesia," tegasnya. 
Red: Farah Abdillah
sumber:
www.suara-islam.com
share THIS:


EmoticonEmoticon

bawah artikel

New Update

Subcribe