Minggu, 11 Maret 2018

Bahagia itu Ada dari Dalam Diri Kita Sendiri


CATATAN ANAK SHOLEH - Bahagia, adalah sebuah harapan yang siapapun pasti ingin mendapatkannya. Hingga seorang penjahat yang sangat bengis pun pasti dia ingin hidup bahagia. Banyak orang menempuh jalan-jalan yang mereka anggap jalan menuju kebahagiaan. Apakah benar mereka menuju kebahagiaan atau jangan-jangan menuju kebinasaan? Lalu kebahagiaan macam apakah yang mereka cari? Lantas bagaimanakah caranya agar kita benar-benar mendapatkan kebahagiaan yang hakiki?
Jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari luar, maka kehidupan di dalam telur telah berakhir. Tapi, jika sebuah telur dipecahkan oleh kekuatan dari dalam, maka kehidupan baru telah lahir. Hal-hal besar itu selalu dimulai dari dalam diri kita sendiri. Nah, bahagia itupun timbulnya dari dalam diri kita sendiri.
Allah Ta’ala memberikan resep hidup bahagia yang sebenar-benarnya (hakiki), Dia berfirman:
مَنْ عَمِلَ صٰلِحًا مِّنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيٰوةً طَيِّبَةً  ۖ  وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ
"Barang siapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. An-Nahl 16: Ayat 97)
Di ayat yang lain Allah Ta'ala berfirman, 
الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ طُوبٰى لَهُمْ وَحُسْنُ مَئَابٍ
"Orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan, mereka mendapat kebahagiaan dan tempat kembali yang baik." (QS. Ar-Ra'd 13: Ayat 29)
Jadi ternyata kebahagiaan itu hanya bisa didapat ketika kita mau beramal shaleh disertai dengan penuh keimanan dan keihklasan mengharap ridha Allah dan sesuai tuntunan Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam. Maka jika ada sebagian orang berkata mencari kebahagian bukan dengan cara itu, pasti yang dicari kebahagian sesaat, yaa nampak bahagia didunia tapi sengsara diakhirat yang tak berujung. Na'udzhubillah
Galilah kebahagian itu, karena semua ada pada diri kita, ada dalam jasad kita, karena tidak mungkin bisa melakukan amal shaleh kecuali dibangun dan dilandasi dengan iman dan ilmu, bisa juga karena hidayah, baik karena Allah berikan langsung bisa juga melalui ilmu.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam juga bersabda:
عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ كَانَتْ الْآخِرَةُ هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ غِنَاهُ فِي قَلْبِهِ وَجَمَعَ لَهُ شَمْلَهُ وَأَتَتْهُ الدُّنْيَا وَهِيَ رَاغِمَةٌ وَمَنْ كَانَتْ الدُّنْيَا هَمَّهُ جَعَلَ اللَّهُ فَقْرَهُ بَيْنَ عَيْنَيْهِ وَفَرَّقَ عَلَيْهِ شَمْلَهُ وَلَمْ يَأْتِهِ مِنْ الدُّنْيَا إِلَّا مَا قُدِّرَ لَهُ. رواه الترمذي
Dari Anas bin Malik berkata: “Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: “Barang siapa yang menjadikan akhirat tujuannya maka Allah akan menjadikan kekayaan dalam hatinya, memudahkan segala urusannya dan dunia akan datang kepadanya dengan hina (tidak pernah menguasai hati, semakin kaya semakin bersyukur ). Dan barang siapa yang menjadikan dunia tujuannya, maka Allah akan meletakkan kefakirannya di antara kedua matanya, mencerai-beraikan segala urusannya dan dunia tidak akan datang kecuali hanya sekedarnya.” (HR At-Tirmidzi)
Dan diantara pintu pintu kebahagiaan hakiki adalah doa, yang selalu tidak pernah kita tinggalkan, sebagaimana firman Allah Ta'ala:
وَمِنْهُمْ مَّنْ يَقُولُ رَبَّنَآ ءَاتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى الْأَاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
"Dan di antara mereka ada yang berdoa, Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka." (QS. Al-Baqarah 2: Ayat 201)
Jika mendapatkan kebaikan dunia terlebih kebaikan akhirat dan terhindar dari azab neraka, semua itu merupakan kebahagian yang hakiki yang selalu dirindukan, maka Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Di dunia itu terdapat surga. Barangsiapa yang tidak memasukinya, maka dia tidak akan memperoleh surga akhirat.” 
Ibnul Qayyim menjelaskan bahwa surga dunia yang merupakan kebahagiaan itu adalah mencintai Allah, mengenal Allah, senantiasa mengingat-Nya, merasa tenang dan thuma’ninah ketika bermunajat pada-Nya, menjadikan kecintaan hakiki hanya untuk-Nya, memiliki rasa takut dan dibarengi rasa harap kepada-Nya, senantiasa bertawakkal pada-Nya dan menyerahkan segala urusan hanya pada-Nya. 
Inilah surga dunia yang dirindukan oleh para pecinta surga akhirat. Karena semua itu adalah bentuk dari kebahagian sejati yang selalu didamba setiap manusia yang akan menjadi bekal mewujudkan kebahagiaan hakiki di akhirat kelak.
Wallahu a'lam
Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia
sumber:
www.suara-islam.com


EmoticonEmoticon

bawah artikel

New Update

Subcribe