Minggu, 18 Maret 2018

Komitmen Tanpa Pernikahan



Saat  rasa ragu menghampiri adakah ini kesalahan dalam  langkah ku atau  justru kebenearan dalam keputusanku?  Semua itu bermula saat ku terima komitemen tanpa ikatan pernikahan. Semakin hari ku jalani ini keraguan itu semakin membuatku bertanya adakah ini sebuah ta’aruf  atau  justru  pacaran? Ia meminta ku  mendampingi  perubahannya. Sayang nya aku  percaya dan berharap suatu saat ia akan berubah.

            Bukan karena aku  yang mendampingi perubahannya namun semoga Allah memberikan rahmat dan kesempatan untuk dirinya berubah, dan sayang nya lagi aku salah langkah bahwa merubah seseorang  itu  tidak dengan mendampingi tanpa ikatan namun melepaskan karena keyakinan  hanya  karena Allah.

            Sekiranya ia akan berubah maka secepatnya ia melangkah , bukan justru terjerumus dengan  ikatan yang salah dan  ia semakin tak kunjung berubah. Jika dirasa ada yang salah datanglah  dan  berlari lah  pada dzat yang  memiliki banyak penyelesaian  masalah. Banyak-banyaklah  bercerita dengan-Nya, maka kau akan tahu rasanya selalu di dengarkan  dan di berikan penyelesaian diwaktu yang tepat.

            Kini ku jalani dengan memantapkan diri dalam berhijrah setelah ku berdebat dalam keraguan tanpa ikatan yang tak kunjung halal, mendampingi tak kunjung berubah, menasehati tak kunjung diterima, dan meyakinkan tanpa tindakan.


            Kesalahan-kesalahan tersebut semakin nyata ku rasakan, memecahkan batu tanpa menggunakan apapun itu salah. Rasa sakit ini membuatku kembali mengingatkan bahwa hanya Allah yang melimpahkan kebahagian dengan bersyukur. Kini aku semakin merasa bersyukur diperlihatkan kebenaran tanpa perlu bertahan lama dengan hal yang tak kunjung berubah karena Allah. Mendampingi tanpa pernikahan itu salah.


           Oleh     : Melisa
            Instagram : melisa_annisa


EmoticonEmoticon

bawah artikel

New Update

Subcribe