Kamis, 08 Maret 2018

Pahala Berhias untuk Suami


CATATAN ANAK SHOLEH - Wanita pada umumnya memiliki kecenderungan untuk tampil cantik dan menarik. Dimana Allah telah mengkaruniakan naluri kepadanya yang berhubungan dengan keindahan, dibandingkan dengan kaum laki-laki.
Wanita itu memang suka yang indah-indah, termasuk bagaimana memperindah dan mempercantik dirinya sendiri. Berhias merupakan sifat fitrahnya seorang wanita.
Hanya saja terjadi pemahaman yang salah saat ini, dimana seorang wanita mempercantik diri tanpa batas ketika keluar rumah dan bukan untuk suaminya. Sebaliknya ketika didalam rumah justru berdandan alakadarnya saja. Tidak sedikit para muslimah yang mereka keluar rumah menggunakan parfum serta wewangian yang semerbak wanginya tapi ketika didalam rumah bersama suaminya bukan aroma parfum yang melekat tapi aroma semerbak bau dapur.
Kecantikan itu memang bukan masalah wajah secara fisik semata melainkan juga seorang wanita harus memiliki kebersihan jiwa, kelembutan, mampu menjaga kehormatan dan harta suami, patuh dan taat pada suami.
Akan tetapi bukan berarti seorang istri tidak perduli pentingnya berhias untuk suami di rumah. Apalagi kalau sudah memiliki banyak anak, boro-boro berdandan masalah pekerjaan saja sudah keteteran misalnya.
Berhias bagi seorang istri untuk suaminya bernilai ibadah. Istri wajib tampil cantik dan semenarik mungkin di depan suaminya. Karena semua itu akan melahirkan pahala yang besar dari Allah SWT.
Rasulullah SAW bersabda : “Maukah kuberitahukan sebaik-baik simpanan seseorang? Dia adalah wanita shalihah, yaitu jika suami memandangnya, dia menyenangkannya.”
Rasulullah Saw bersabda: ”Sebaik-baik istri ialah istri yang menyenangkan kamu bila engkau memandang (nya), dan taat kepadamu bila engkau menyuruh (nya), serta menjaga dirinya dan harta bendamu di waktu engkau tidak berada bersamanya.”
Berhias tidak harus dengan menggunakan make up dan perhiasan yang mahal. Rajin membersihkan diri, memakai wewangian dan berpakaian rapi dan serasi agar dipandang suami sudah termasuk bagian dari berhias.
Seorang istri shalihah yang mencintai suaminya akan berusaha merawat kecantikannya untuk menyejukkan pandangan mata suami, sehingga tidak memandang wanita lain yang bukan haknya. Ia berhias ketika di rumah, dan tidak melakukannya ketika keluar rumah. 
Ali bin Abi Thalib suatu hari pernah mengungkapkan tentang Fathimah yang menjadi istrinya."Ketika aku memandangnya, hilanglah kesusahan dan kepedihanku".
Ungkapan Ali bin Abi Thalib ini menggambarkan bahwa wajah istri itu membawa sebuah keteduhan dan kesejukan ketika dipandang. Apalagi ketika suami pulang seorang istri berhias sambil menyambut suami dengan senyuman, hilanglah kepenatan suami selama di luar rumah, suami akan merasakan kesejukan dan kenyamanan.
Semoga kita bisa menjadi istri Solehah yang dapat menyejukkan pandangan bagi suami untuk mendapatkan pahalaNya. Wallahu a'lam
Ummu Faza El-Kenzo
Sumber :
www.suara-islam.com


EmoticonEmoticon

bawah artikel

New Update

Subcribe