Sabtu, 10 Maret 2018

Presiden Erdogan: Resolusi PBB di Suriah Hanya Omong Kosong !

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (foto-Anadolu)
CATATAN ANAK SHOLEH - ISTANBUL, Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, telah mengecam resolusi gencatan senjata 30 hari di Suriah dari Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (DK PBB) dan menyindir masyarakat internasional karena 'tidak bertindak' atas situasi kemanusiaan di Ghouta Timur.
Middle East Update pada (8/3) melansir pernyataan Erdogan : “DK PBB, resolusi Anda hanyalah omong kosong. Apa arti keputusan yang tidak diimplementasikan? Anda menipu umat manusia, Anda curang, “kata Erdoğan ketika  berbicara pada sebuah pertemuan kelompok parlemen Partai Keadilan dan Pembangunan ( Adalet ve Kalkınma Partisi – AKP), partai yang saat ini memegang kendali pemerintah di Republik Turki.
Sebuah konvoi bantuan kemanusiaan mulai memasuki Ghouta Timur pada tanggal 5 Maret, membawa bantuan pertama ke daerah kantong yang dikepung rezim Assad dan mengalami salah satu serangan paling mematikan yang dimulai dua minggu yang lalu selama perang tujuh tahun ini.
Presiden diktator Suriah ,Bashar al-Assad, bersumpah  untuk melanjutkan serangan militer ke dalam kubu oposisi terbesar yang tersisa di dekat Damaskus. Assad mengatakan bahwa serangan tersebut tidak bertentangan dengan gencatan senjata lima jam yang diatur setiap hari oleh sekutu utamanya Rusia.
Erdoğan mengkritik situasi di Ghouta Timur, dengan mengatakan bahwa “ini tidak manusiawi. Dunia ini lebih besar dari lima (negara),” kata Erdoğan, merujuk pada lima anggota tetap DK PBB: Prancis, Rusia, Inggris, AS dan China. Erdoğan mengecam tatanan dunia yang terbentuk setelah Perang Dunia Kedua, yang menyatakan bahwa kekuatan lima negara atas negara lain adalah “seperti mengolok-olok seluruh umat manusia.”
Ketika militer Turki melanjutkan 'Operation Olive Branch' di provinsi Afrin di Suriah barat laut, Erdoğan mengatakan bahwa Turki bertujuan untuk “mengubah wilayah tersebut menjadi tempat dengan lingkungan manusiawi dari infrastruktur ke struktur, dengan keamanan dan kedamaian dimana saudara laki-laki dan perempuan Suriah kita bisa hidup.”
Erdoğan menambahkan, “Organisasi teroris dan pasukan di belakang mereka tidak peduli dengan kemakmuran dan masa depan rakyat Suriah. Itu sebabnya operasi militer Turki di Afrin meresahkan mereka. Motivasi Turki dalam operasi Afrin adalah untuk membersihkan perbatasan Turki dari terorisme, karena telah menargetkan keamanan Turki.”
Lebih lanjut Erdoğan menjelaskan, “Tujuan dari operasi militer di Afrin adalah integritas teritorial Turki, kesatuannya, tekadnya untuk pembangunan dan kekuatannya. Mereka semua bisa menggunakan semua taktik yang mereka inginkan. Mereka bisa menggunakan permainan diplomatik yang mereka inginkan. Kami melihat fakta ini, “tambahnya.
Sumber : Anadolu


EmoticonEmoticon

bawah artikel

New Update

Subcribe