Putuskan Pacar Dunia, Pantaskan Diri Menuju Ridho Ilahi - Catatan Anak Sholeh

Terbaru

Monday, March 19, 2018

Putuskan Pacar Dunia, Pantaskan Diri Menuju Ridho Ilahi


CATATAN ANAK SHOLEH - Bogor , Kajian rutin ba’da maghrib di Masjid Alumni IPB diisi kembali oleh Ustaz Junjun Junudillah. Kajian tematik kali ini berjudul Putuskan Pacar Dunia, Pantaskan Diri Menuju Ridho Ilahi. Judul yang menarik membuat banyak jamaah tertarik untuk mengikuti kajian di Sabtu malam (17/3) itu. 
Kajian tersebut merupakan kajian lanjutan sebelumnya mengenai putuskan dan berhijrahlah. Ustaz yang selalu mengambil tema tentang anak muda ini mengajak jamaah yang saat ini masih menjaga jodoh orang atau pacar, masih terjerumus dengan godaan syahwat cinta yang tidak semestinya.
"Tinggalkan atau putuskan pacar kalian. Tinggalkan dan putuskan pacar dunia, entah itu kekasih hati ataupun profesi hobi yang membuat kita cinta akan dunia lalu jauh dari Allah. Pada hakikatnya manusia pasti pernah berbuat dosa. Maka barang siapa yang pernah jatuh ke dalam kemaksiatan, bergelimbang dengan dosa. Jangan pernah berputus asa. Hijrahlah dari semua itu dan mendekatlah kepada Allah," ujar Ustaz Junjun.
Ada kisah yang sangat menarik yang dapat kita ambil dari kisah Zulaikha. Ia pernah terjerumus maksiat dengan mengajak Nabi Yusuf untuk berzina. Hingga akhirnya ia bertobat mendekatkan diri kepada Allah dan oleh Allah disatukan dengan Nabi Yusuf atas cintanya. Hal yang menarik disini nama Zulaikha tidak disebutkan dalam Alquran, termasuk retorika indah dalam Alquran bahwa di Alquran disebutkan imroatul aziz . Berbeda dengan kisah Abu Lahab yang  menentang Allah dan ajaran Rasulullah, yang secara khusus disebutkan kisahnya dalam surat Al-Lahab. Betapa Allah sangat menjaga hambaNya sekalipun ia berbuat dosa, lalu ia bertobat. Ia tidak melihat dosa masa lalunya, Allah jaga namanya dan memberikan kebaikan untuknya.
“Putuskan atau halalkan saat ini. Karena bentuk kasih sayang yang sesungguhnya  yaitu menyelematkan orang kita sayangi dari kesalahan dan kebinasaan.” tegas Ustaz muda itu. Bersabarlah atas cinta yang akan indah pada waktunya dan yang datang di saat waktu yang  tepat. Ada orang yang takut hijrah karena banyak alasan, misalnya takut dihujat karena masa lalunya. Jangan jadikan masa lalu sebagai hambatan, bercerminlah kepada kehidupan Rasulullah yang diejek karena berdakwah kepada kebaikan. Awalnya dengan gelar Al-Amin yaitu dapat dipercaya. Tetapi setelah berdakwah dianggap majnun atau orang gila. Maka istiqomahlah jangan lemah hanya dengan cacian. Karena itu belum sebanding dengan perjuangan Rasulullah dan para sahabatnya yang telah berkorban harta, jiwa dan raganya hingga kita bisa menikmati indahnya islam. 
Dalam Al Qur’an, Allah Ta’ala berfirman dalam QS. Az Zumar: 53.
قُلْ يَٰعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ أَسْرَفُوا۟ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا۟ مِن رَّحْمَةِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَغْفِرُ ٱلذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ 
هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ
“Katakanlah, “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,” (QS. Az Zumar: 53). 
Maka jangan ada anggapan karena begitu besarnya dosa kita. Karena ampunan Allah itu lebih besar dan luas dari pada dosa dosa kita. Allah itu bahagia, senang dan bahkan lari kepada hambaNya yang mau bertaubat. Sampai-sampai diibaratkan dengan bahagianya seseorang yang menemukan untanya yang hilang di padang pasir yang begitu luas. MashaAllah.
Dalam berhijrah, musuh kita yaitu setan. Dia akan menjatuhkan niat baik kita dan mengelabui kita. Maka kita membutuhkan teman yang mengingatkan dan menguatkan kita dalam kebaikan, karena teman dapat menentukan kualitas diri seseorang. Ada sebuah pepatah menyebutkan, “Orang yang melanggar aturan memang dianggap sampah. Tapi orang yang meninggalkan sahabatnya itu lebih dari sampah.” 
Jangan meninggalkan teman dari kesalahan terjerumus dengan hal-hal yang dapat mencelakai dirinya. Misalkan jika kita belum bisa menyampaikan ayat dan hadits, maka ajaklah dengan mengaji di masjid. Maka kita akan mendapatkan pahala dari kebaikan yang telah disampaikan.  Imam Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahih-nya, hadits dari sahabat Uqbah bin ‘Amr bin Tsa’labah radhiallahu’anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
 من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه
“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” (HR. Muslim No. 1893).
Seperti disebutkan dalam surat Al-Ashr bahwa, “Sesungguhnya manusia itu benar–benar berada dalam kerugian,  kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.”
“Orang yang galau itu bukan orang yang kurang piknik tapi orang yang galau itu yang kurang mendekatkan diri kepada Allah Swt. Bukan engkau galau karena diputuskan pacarmu, tetapi  engkau galau karena jarang membaca Alquran. Karena apa? Ketika engkau sering membaca Alquran, insya Allah tidak akan menemukan kegalauan dalam kehidupan. Alquran ini merupakan surat cinta dari Allah swt dengan berbagai kisah yang luar biasa kepada seorang hambanya. Maka jangan lupa memperbaiki diri dengan memperbanyak teman, mendatangi majlis, dan membaca Alquran.” tandas Ustaz Junjun mengakhiri kajian.
Sumber:
www.suara-islam.com

No comments:

Post a Comment

Popular Posts

Post Top Ad

close