Senin, 12 Maret 2018

Stop Jadi Pelakor!


Pada masa sekarang ini muncul istilah baru yaitu pelakor (perebut laki orang). Pelakor dapat diartikan sebagai wanita fasik yang berniat jelek ingin merusak rumah tangga orang lain. Wanita ini menggoda laki-laki yang sudah memiliki istri dengan cara-cara yang haram. Merayu suami orang bahkan  mengajak berzina baik zina kecil maupun zina besar. Menjelek-jelekan istri sah dari laki-laki yang direbutnya dengan harapan laki-laki yang ia goda bisa beralih ke pelukannya untuk menjadi selingkuhan atau bahkan menjadi suaminya baik sah maupun tidak sah.
Membahas tentang pelakor, kita langsung teringat dengan Bu Dendy atau Jeniffer Dunn. Videonya menjadi viral di media sosial sehingga dikenal seluruh masyarakat Indonesia. Sayangnya, bukan terkenal karena karyanya yang mendunia melainkan karena kasus pelakor yang heboh di semua lapisan masyarakat.
Sungguh tercela perbuatan seorang wanita yang merusak mahligain rumah tangga orang lain, bahkan bukan bagian dari kaum muslimin. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ”Barang siapa yang merusak hubungan seorang wanita dengan suaminya maka dia bukan bagian dari kami.” (HR. Ahmad, shahih)
Amat nista perbuatan wanita pelakor karena membuat sepasang suami istri yang diikat oleh akad suci tercerai berai. Perbuatannya menghantarkannya pada perbuatan yang dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Namun nyatanya dalam kebanyakan kasus, wanita pelakor terlihat bangga karena telah berhasil merebut suami wanita lain. Mereka merasa lebih cantik dan lebih baik dari istri sah laki-laki yang direbutnya, bahkan bangga dan memamerkan kesuksesannya merebut suami orang. Padahal apa yang dilakukannya merupakan dosa besar.

Islam memberikan kedudukan yang mulia kepada seorang wanita. Karenanya Islam memberikan penjagaan dan perlindungan kepada wanita. Dalam Islam seorang wanita boleh menawarkan diri kepada laki-laki yang shalih dan hanif untuk dipinang, pun jika laki-laki tersebut sudah menikah. Hal ini tidak akan mengurangi kehormatan dan kemuliaan seorang wanita. Menawarkan diri hukumnya boleh, ia bukan menganggu dan merusak rumah tangga, karena ia menawarkan diri secara terhormat dan tentu HARUS dengan cara yang baik dan sesuai syariat Islam. 


Imam Al-Bukhari berkata dalam Shahihnya, “Seorang wanita menawarkan dirinya kepada seorang lelaki yang shalih, lalu beliau membawakan hadits Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu bahwa beliau berkata, “Seorang wanita datang kepada Rasulullah -Shallallahu ‘alaihi wasallam- dan menawarkan dirinya kepada beliau (untuk dinikahi).”
Ini adalah taqrir (persetujuan) Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam terhadap perbuatan wanita tersebut dan beliau tidak mengingkarinya.
Terlihat jelas perbedaan antara pelakor yang merusak rumah tangga orang dan wanita yang menawarkan dirinya kepada laki-laki shalih dan hanif untuk dipinang. Di mana seorang pelakor adalah wanita yang merusak keharmonisan rumah tangga orang lain, sedangkan wanita yang menawarkan dirinya untuk dipinang bermaksud untuk dihalalkan dirinya dalam sebuah ikatan pernikahan. 
Di samping itu Islam juga membolehkan seorang suami  berpoligami yang salah satu tujuannya agar tidak terjadi perselingkuhan dalam rumah tangga. Inilah solusi Islam dalam menjaga pergaulan lawan jenis, menjaga keturunan dan kehormatan. Semata-mata untuk menjaga kemuliaan dan kehormatannya di hadapan manusia dan Allah Subhanahu wa Ta’ala.Wallahu’alam bishshawwab.
Laeli Fajrina
Mahasiswa STIE Insan Pembangunan, tinggal di Tangerang
Sumber:
www-suara-islam.com


EmoticonEmoticon

bawah artikel

New Update

Subcribe