You are here
Hikmah & Inspirasi 

Duka Yang amat Dalam

Duka Yang amat Dalam
Nabi Muhammad SAW melaksanakan haji terkahir pada 10 H yang disebut dengan istilah Haji Wada. Saat itu bersama Baginda Rosulullah SAW ikut sejumlah 100.000 orang yang juga melaksanakan haji. Dihadapan kaum Muslimin, Rosul berpidato tentang kesempurnaan Islam. Pidato tersebut mengesankan bahwa Rosul telah selesai melaksanakan perannya di Tengah umat sebagai Utusan Allah. Ternyata, tiga bulan setelah Haji Wada, Rosul sakit sampai akhirnya mengantarkannya ke akhir hayatnya pada hari senin tanggal 12 Rabiul Awal 11 H bertepatan dengan tanggal 8 Juni 632 M.
Kepergian Rosulullah membawa duka yang amat mendalam ditengah kaum Muslimin. Bahkan Umar bin Khattab sampai tidak percaya akan wafatnya Rosul. Namun setelah diyakinkan oleh sahabat Abu Bakar bahwa “Nabi hanyalah manusia dan manusia pasti akan mati”, Umarpun akhirnya percaya sambil menangis..
Setelah Rosul wafat, sama sekali tidak ada wasiat ihwal tentang pengganti dirinya kelak, termasuk dari kalangan keluarganya sendiri. Menurut Ibnu Taymiyah, hal itu menjadi bukti nyata bahwa Muhammad adalah seorang Rosul dan bukan seorang yang mempunyai ambisi kekuasaan ataupun kejayaaan yang jik abukan untuk dirinya, maka diperuntukan untuk keluarga dan keturunannya.
Setelah Rosul wafat, kepemimpinan Umat beralih keada para Khalifah Empat, yaitu Abu bakar, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Ali Thalib. Sementara itu, seluruh jazirah Arab secara politis telah sepenuhnya berada dibawah kekuasaan islam (Allahu Akbar).
Karen Armstrong menyatakan “ketika Muhammad wafat pada tahun 632 M, hamper semua suku arab bergabung dengan umat dalam federasi atau telah masuk islam. Karena anggota umat tidak bleh saling menyerang, maka lingkaran mengerikan dari perang suku dan saling balas dendam pun teah berakhir”
Armstrong menegaskan “Seorang dir Muhammad telah membawa perdamaian di Arab yang terpecah belah oleh perang”. Pada masa Khalifah yang empat itulah dirancang dan dilakukan dakwah islam ke luar Jazirah Arab.

Resensi Buku : Sejarah Politik Islam (Prof Dr Didin Saefuddin Buchori)

Yuk bagikan !

Comments

comments

Related posts

Leave a Comment

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com