Kamis, 31 Mei 2018

Ramdahan dan Hijrah




"Dan katakanlah, "Ya Rabbku! Masukkan aku dengan cara masuk yang benar dan keluarkanlah aku (pula) dengan cara keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong" (Al-Isra': 80)

Hijrah dalam pengertian bahasa berarti berpindahnya seseorang dari suatu tempat ke tempat lainnya. Namun bila kita kaji lebih jauh, makna hijrah tidak sekedar aspek fisik dan geografis. Yang lebih dalam dari makna hijrah adalah hijrah dari aspek moralitas, yaitu hijrah ma'nawiyah (konsep, prinsip dan pemahaman).

Bulan Ramadhan adalah momen paling tepat untuk melakukan hijrah ma'nawiyah, yakni melakukan perubahan mendasar dan menyeluruh, dari kondisi moralitas pra-Ramadhan menuju kondisi moralitas Ramadhan. Intinya setelah Ramadhan ketaqwaan dan nilai-nilai ibadah selama Ramadhan semakin meningkat. Inilah"buah manis taqwa" yang diraih setiap mukmin yang melakukan shaum dengan benar dan sukses (Al-Baqarah: 183). La'allakum tattaquun... itulah yang mestinya senantiasa kita catat dan ingat dalam memori jiwa kita.


Disamping itu "nilai Ramadhan" yang lain juga mesti kita raih yakni, dihapuskannya dosa-dosa yang telah lalu. Man shama Ramadhana imanan wahtisaban ghufira lahu maa taqaddama min dzanbihi... barang siapa berpuasa Ramadhan dengan penuh iman dan mengharap ridha Allah (maka) akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu...


Ada beberapa perubahan mendasar yang mestinya dilakukan oleh setiap pribadi muslim, yaitu:

Pertama
, dari syirik menuju tauhid.

Di bulan Ramadhan ini, setiap mukmin harus memantapkan kembali loyalitas (wala')nya kepada Allah, sebagai bukti kesempurnaan tauhidnya (Al-Baqarah: 257; Al-Maidah: 55).

Yakni tiada yang dijadikan ilah (sembahan) kecuali Allah, tiada yang paling dicintai kecuali Allah, tiada yang paling diikuti perintahnya kecuali Allah, tiada yang layak disembah kecuali Allah, meminta pertolonganpun hanya kepada Allah, iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'iinu. Komitmen muslim pada kalimat "Laa ilaaha illallahu" ini akan menumbuhkan keberanian, tiada takut masalah rezeki, sikap optimis menghadapi kehidupan dan sikap tepat memandang realitas. Tiada gusar dan ragu untuk berkorban di jalan Allah, tiada bimbang untuk melangkah di atas rel kebenaran. Disamping itu pribadi yang "hijrah" ini juga melepaskan diri (bara') dari segala sesembahan selain Allah, dari segala cinta yang tidak sesuai kehendak Allah (Al-Baqarah: 165; At-Taubah: 24; Ali Imran: 31), baik berupa harta, tahta, manusia, atau apa saja.

Kedua, Hijrah dari kafir menjadi Islam

Kafir disini mengandung pengertian pengingkaran. Sedangkan Islam berarti berserah diri total kepada Allah Azza wa Jalla. Bagi seorang mukmin, bulan Ramadhan harus menjadi sarana tarbiyah dan perbaikan diri, peningkatan prestasi dan amal shalih, bukti penyerahan diri secara total kepada Allah. Barangkali di bulan-bulan sebelumnya banyak "mengingkari" hukum dan ketentuan Allah, maka Ramadhan adalah saat yang tepat untuk bertaubat dan memulai titik awal menjadi pribadi nan fitri... yang berserah diri hanya kehadirat illahi rabbii...

Perubahan totalitas mukmin mencakup perubahan seorang mukmin dari menggunakan konsepsi, pola pikir, cara hidup yang dilandasi kekafiran menuju konsepsi, pola pikir dan cara hidup yang islami, sesuai ketetentuan Allah dan Rasul-Nya.

Buah dari hijrah ini akan dapat dipetik hasilnya selama-lamanya dan setelah Ramadhan berlalu hingga ajal merenggut. Yakni menjadikan Islam sebagai pijakan dalam segenap aktivitasnya. Islam adalah satu-satunya alternatif kehidupan yang paling layak uji, lain tidak.

Allah Azza wa Jalla berfirman,

"Barangsiapa mencari agama selain Islam, maka sekali-kali tidak akan diterima (agama itu) daripadanya, dan di akhirat termasuk orang-orang yang rugi" (Ali Imran: 85).

Ketiga, Hijrah dari Nifaq menuju Shiddiq

Ciri khas paling mendasar tarbiyah Ramadhan adalah semakin kokohnya sikap dan sifat shiddiq yang mesti ada dalam jiwa mukmin. Untuk itu setiap mukmin harus mampu menghilangkan sikap ragu-ragu dan bimbang terhadap Islam menuju kemantapan untuk berislam beriman secara kaffah serta memperjuangkannya di jalan-Nya. Allah SWT berfirman,

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalah mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian dia tidak ragu dan berjihad dengan hartanya dan jiwanya di jalan Allah. Merekalah orang-orang yang shiddiq (benar-benar imannya)" (Al-Hujurat: 15).

Bukti hijrah dan kesadaran mukmin dengan sikap shiddiqnya adalah senantiasa memohon syahid di jalan Allah bagaimanapun keadaannya, Rasulullah bersabda,

"Barang siapa yang tidak punya niat untuk syahid di jalan Allah, dan dia tidak pernah berjihad, maka dia mati dalam salah satu cabang kemunafikan" (HR. Muslim).

Disamping itu setiap mukmin, melalui madrasah Ramadhan ini, juga harus selalu menyelaraskan antara hati, lisan, dan perbuatannya dalam kesamaan persepsi, niat, ucapan dan gerak kehidupan.

Satu hal yang penting direnungkan bahwa setiap muslim mestinya hidup secara total dengan aturan Islam yang kaffah, yakni tidak mencampuradukkan Islam pada ibadah-ibadah rutin saja sementara kehidupan memakai pola jahiliyah. Akan tetapi harus menyerahkan bulat-bulat pada ketentuan Allah.

...udkhuluu fis silmi kaafah..., Iyyaaka na'buduu wa iyyaaka nas ta'iinu..., Inna shalaatii wanusukii wa mahyaaya wa mamaati lillaahi Rabbil 'aalamien...

Keempat, Hijrah dari sikap Pengecut (jubnun) menuju Pemberani (syaja'ah)

Di bulan Ramadhan Allah mendidik pribadi mukmin untuk berani menghadapi seluruh rintangan kehidupan, tantangan realitas dan tribulasi yang terbentang di kiri-kanan. Disamping itu pribadi mukmin juga dididik untuk memilih dan meluruskan orientasinya pada jalan Allah meskipun jalan itu berat, terjal, dan berduri.



"Huffatil jannaatu bil makaarihi wa huffatinnaaru bisy syahawaati... dihampari jalan menuju syurga dengan hal-hal yang kita benci dan dihiasi jalan menuju neraka dengan syahwat (yang melalaikan)" (HR. Bukhari).

Orang beriman tak kan lari, menyerah atau berputus asa menghadapi berbagai cobaan hidup. Ia juga tak mudah terpikat oleh gemerlap dunia (Ali Imran: 146; Al-Baqarah: 153-156; Al-Qhashash: 77).

Kita harus sadar sesadar-sadarnya bahwa sikap pemberani tidak mempercepat ajal seseorang, sikap pengecut juga tidak akan memperlambat ajal seseorang, karena ajal, rezeki, dan jodoh, semuanya sudah ditentukan oleh Allah. Simaklah kata-kata indah yang lahir dari pribadi pemberani merdeka, dialah Imam Syafi'i Rahimahullah.

"jika aku hidup, aku tidak takut kehilangan makanan dan jika aku mati, aku tidak takut kehilangan kuburan, sesungguhnya jiwaku adalah jiwa yang merdeka yang memandang kelemahan sebagai kekufuran...!"

Inilah yang mestinya diraih dari "hijrah Ramadhan" yang hakiki, sebagaimana firman Allah,

"Janganlah kamu bersikap lemah dan janganlah kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman" (Ali Imran: 139).





Kelima, Hijrah dari khianat menjadi amanat

Bagi pribadi mukmin sejati, puasa mengajarinya menjunjung tinggi kejujuran dan amanah, karena dalam puasa hanya dirinya dan Allah yang tahu "rahasia" puasanya. Ia tidak mengandalkan pengawasan orang lain karena ia yakin bahwa Allah menyertai dan mengawasinya setiap saat, setiap waktu dan setiap kesempatan. Tidak mungkin untuk mengelak dari pengawasan Allah.

Sikap minimal seorang mukmin adalah ia tidak membohongi dan menghianati dirinya. Karena kebohongan akan membuka kejahatan-kejahatan lainnya atau membuka kebohongan yang lebih besar. Maka amanat dan kepercayaan Allah mestilah dijaga, dan inilah karakter yang menyempurnakan mukmin. Tanpa kejujuran dan amanah jangan harap iman dan hidayah Allah menyertai dirinya... Mengapa? Karena sikap khianat adalah sikap buruk yang dimurkai Allah dan dibenci oleh manusia, dan termasuk dalam karakter orang-orang munafik. Rasulullah bersabda,

"Aayatul munaafiqi tsalasatsun, idza hadatsa kadzaba, wa idza wa'ada akhlafa wa-idza'tuina khaana... ciri-ciri orang munafik ada tiga: jika berkata bohong (dusta), jika berjanji ingkar, dan jika dipercaya khianat".

Allah Azza wa Jalla berfirman,

"Hai orang-orang beriman, janganlah kamu mengkhianati Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu sedang kamu mengetahui" (An-Anfaal: 27)

Contoh sikap amanah adalah sifat al-amin Rasulullah SAW yang menjaga harta orang-orang Quraisy meskipun mereka memusuhi Beliau. Juga sikap Umar bin Abdul Aziz yang tidak memakai "lentera negara" saat berbincang-bincang dengan anaknya dalam urusan pribadi...



dikutip dari:
Materi Ceramah Ramadhan dan Umum
Abu Izzuddin




Read More

Rabu, 30 Mei 2018

4 Makna ‘’Shiratal Mustaqim’’ Dalam Surat Al Fatihah

 
CATATAN ANAK SHOLEH - Surat Al-Fatihah merupakan sebuah surat dalam Al-Quran yang kerap kita lantunkan, terutama di saat sedang melakukan shalat. Baik itu ketika melaksanakan shalat fardhu maupun sunnah. Sepintas dalam benak pikiran, Pernahkah kita telusuri dan perhatikan kembali akan setiap makna dalam surat Al fatihah yang biasa dibacakan setiap hari tersebut..?, dan apa saja makna-makna yang patut kita jadikan renungan pada surat yang menjadi Ummul Kitab ini…?

Di kala kita mengarah pada isi yang terkandung dalam surat Al fatihah ini, maka ada suatu kalimat doa yang cukup menonjol dan patut kita jadikan renungan. Yakni Lafadz “IHDINAS SHIRAATAL MUSTAQIIM” yang berarti “ Tunjukkanlah kami jalan yang lurus”. Dan ternyata pada ayat tersebut memang tersimpan akan beragam makna yang cukup menjadi sentuhan hati, dan sebagai penyejuk pikiran dalam jiwa dan raga. 

4 Makna ‘’Shiratal Mustaqim’’ Dalam Surat Al Fatihah

image: flickr.com / el-morro
Surat Al-Fatihah merupakan sebuah surat dalam Al-Quran yang kerap kita lantunkan, terutama di saat sedang melakukan shalat. Baik itu ketika melaksanakan shalat fardhu maupun sunnah. Sepintas dalam benak pikiran, Pernahkah kita telusuri dan perhatikan kembali akan setiap makna dalam surat Al fatihah yang biasa dibacakan setiap hari tersebut..?, dan apa saja makna-makna yang patut kita jadikan renungan pada surat yang menjadi Ummul Kitab ini…?

Di kala kita mengarah pada isi yang terkandung dalam surat Al fatihah ini, maka ada suatu kalimat doa yang cukup menonjol dan patut kita jadikan renungan. Yakni Lafadz “IHDINAS SHIRAATAL MUSTAQIIM” yang berarti “ Tunjukkanlah kami jalan yang lurus”. Dan ternyata pada ayat tersebut memang tersimpan akan beragam makna yang cukup menjadi sentuhan hati, dan sebagai penyejuk pikiran dalam jiwa dan raga. 

Dari berbagai sumber telah dinyatakan oleh para ulama’, ahli tafsir, serta hadits Nabi   mengenai makna yang tersimpan pada ayat yang temaktub dalam Al-Quran ini. Dan inilah makna-makna lafadz “Shiratal Mustaqim” dalam surat Al-Fatihah yang patut untuk kita jadikan renungan.

1. Memiliki Makna Kitabullah

 Yang dimaksud dengan lafadz “Shiratal Mustaqim” ini bisa bermakna kitabullah. Hal demikian memang berdasarkan hadits yang telah diriwayatkan oleh Sahabat Ali dari Nabi SAW. 

Dan memang benar adanya bahwa kitabullah atau Al-Quranul karim memang sebagai petunjuk jalan bagi setiap umat manusia. Baik itu menjadi pedoman dalam menjalani kehidupan sehari-hari, maupun sebuah pengingat akan suatu perkara yang dilarang, dan sebuah amalan-amalan yang harus dijalankan. Dengan cara berpedoman pada kitabullah ini, maka akan mampu menjadikan diri menjadi hamba yang taqwa, dan menghantarkan kepada arah kebaikan dunia dan akhirat.

2. Bermakna Agama Islam

Lafadz “Shiratal Mustaqim” yang telah termaktub dalam surat Al-Fatihah ini juga memiliki arti “Agama Islam”. Di mana hal demikian memang berdasarkan pendapat dari Imam Ibnu Mas’ud, Al hasan, Ibnu Abbas, dan Abul ‘Aliyah R.A. 

Shiratal Mustaqim memiliki makna agama islam. Di mana datangnya agama Islam ini, memang membawa jalan ke arah yang lebih baik bagi hamba yang senantiasa menjalankan ajaran yang telah ditetapkan. Islam merupakan agama yang “rahmatallil’alamin”. Yang mana akan selalu berjalan pada arah kedamaian dan kerukunan, hingga pada akhirnya mampu memberikan rahmat bagi seluruh umat manusia di bumi.
image: kaheel7.com

3. Bermakna Jalan Petunjuk Menuju Agama Allah SWT

Perlu diketahui bahwa makna dari lafadz “Shiratal Mustaqim” ini juga memiliki makna jalan petunjuk yang menghantarkan setiap hamba untuk menuju agama Allah SWT. Hal tersebut memang berdasarkan pendapat dari Abu shalih dari Ibnu Abbas R.A, dan berbagai pendapat dari para Mujahid.

Untuk menuju jalan lurus yang dirupakan sebagai jalan menuju agama Allah SWT ini, memang haruslah dibarengi dengan kiat usaha yang dimuali dari jiwa dan raga. Agar manusia tidak sampai tersesat, dan tidak selalu menuruti gemerlapnya dunia. Sehingga mencari ridho Sang Ilahi dalam setiap menjalani kehidupan di dunia, memang menjadi jalan yang mampu membimbing hati dan pikiran pada tuntunan yang dibenarkan.

4. Bermakna Jalan Menuju Surga

Lafadz Shiratal Mustaqim yang terdapat dalam surat Al-Fatihah, juga memiliki makna jalan menuju surga. Pendapat tersebut juga telah dijelaskan oleh sahabat Ibnu Abbas R.A. Selain itu, Pendapat tersebut juga diperkuat dengan penjelasan Syaikh Abdurrahman bin Nashir As Sa’adi R.A. Yakni ‘’Shiratal Mustaqim’’ merupakan jalan yang terang benderang, dan mampu menghantarkan setiap insan menuju Allah dan Surga-Nya. Sehingga jalan tersebut bisa ditempuh dengan mengenal akan kebenaran, dan mengamalkannya dalam setiap kehidupan. 

Untuk menuju surga Allah SWT ini harus dibarengi dengan niat yang tulus dan ikhlas dalam menggapai ridho Allah SWT. Setiap langkah dalam menjalani kehidupan di dunia, pastinya akan diperhitungkan di akhirat kelak. Baik itu setiap ucapan atau perilaku  yang kita lakukan, maupun beragam amalan ibadah yang kita kerjakan. Semuanya itu adalah kunci yang menjadi penentu untuk menuju surganya Allah SWT.
 
Sumber: 
arbamedia.com
Read More

4 Waktu Terbaik dan Mustajab untuk Sholat Tahajud


CATATAN ANAK SHOLEH - Menghiasi malam dengan sholat tahajud, akan bisa menghantarkan diri untuk selalu mendekat kepada Allah SWT sebagai Sang Pencipta alam semesta. Bahkan dengan menjalankan sholat tahajud ini juga dipenuhi dengan beragam fadhilah yang cukup luar biasa. Di mana dengan menerapkan ibadah Sunah Mu’akkad yang satu ini, tidak sedikit pula orang yang sudah menggapai keistimewaan yang terdapat di dalamnya. 

Misalnya diberikan oleh Allah sebuah jalan yang terang di dunia maupun di akhirat, Termasuk menjadi golongan orang-orang sholeh yang senantiasa dibersihkan jiwa mereka dari hal-hal buruk. Selain itu juga menjadi golongan yang selalu mendapat rahmat dan hidayah dari Sang Ilahi, dan masih banyak sekali fadhilah yang akan didapatkan. 

Oleh karena itu, sholat tahajud memang perlu diterapkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Lantas, Adakah waktu yang terbaik dalam menjalankan sholat tahajud…?. Berdasarkan apa yang telah dijelaskan dalam Al-quran dan Sunnah, menunjukkan bahwa ada beberapa waktu yang terbaik untuk menjalankan sholat tahajud. 


Di malam hari setelah tidur dan bangun kembali dari tempat tidur merupakan tanda mulainya atau mengerjakan sholat tahajud. Bahkan dari waktu-waktu malam tersebut, ada  jam-jam tertentu yang paling utama untuk menjalankan sholat tahajud ini. Sehingga selain kita melakukan shalat tahajud dengan istiqomah, penuh keikhlasan, serta ke-khusyu’an, alangkah baiknya jika kita memilih waktu yang lebih utama dalam menjalankan ibadah sunnah tersebut.
Nah, inilah runtutan waktu-waktu pilihan yang bisa anda terapkan untuk menjalankan sholat tahajud.




Dalam Q.S Al Isra’ ayat 79, bahwasanya Allah SWT telah berfirman : “ Hendaknya engkau gunakan sebagian waktu malam itu untuk shalat tahajud, sebagai shalat sunnah untuk dirimu, mudah-mudahan Tuhan akan membangkitkan engkau dengan kedudukan yang baik ”.

1. Sepertiga Malam yang Pertama
Sholat tahajud bisa dikerjakan pada waktu sepertiga malam yang pertama, dan waktu tersebut juga termasuk salah satu waktu yang utama, yakni setelah sholat Isya’ sampai pukul 10.00 malam, dan harus tidur terlebih dahulu walaupun sejenak. Sehingga pada waktu-waktu tersebut, kita bisa menjalankan sholat tahajud sedikitnya dua rakaat. Untuk batasan mengenai banyaknya rakaat menjalankan sholat tahajud juga tidak terbatas. Dan lebih baik dalam menjalankan sholat tahajud, hendaknya dibarengi dengan ke-istiqomahan. Agar semua fadhilah yang terdapat di dalamnya mampu kita raih, dan menjadikan hidup bisa lebih berkah di dunia dan akhirat.

2. Sepertiga Malam yang Kedua
Yang lebih utama lagi yakni menjalankan sholat tahajud pada sepertiga malam yang kedua, Yaitu antara pukul 10.00 malam hingga 01.00 dini hari. Di mana sholat tahajud di waktu tersebut dengan terlebih dahulu tidur sejenak, memang sudah sepatutnya kita terapkan.  Dan biasanya bagi kebanyakan orang memang sedikit terasa kesulitan untuk bangun di jam-jam tersebut. Namun menghiasi waktu-waktu tersebut dengan ibadah sholat malam, maka banyak fadhilah dan keistimewaan besar yang akan didapatkan.
3. Sepertiga Malam yang Terakhir
Menjalankan sholat sunnah tahajud pada sepertiga malam yang terakhir memang merupakan waktu yang paling utama. Yang mana waktu tersebut terletak antara jam 01.00  dini hari sampai dengan sebelum masuk waktu subuh. Oleh sebab itu waktu sepertiga malam yang terakhir itulah, yang mana biasa disebut-sebut dalam Al-quran dan Sunnah  sebagai waktu paling afdhal untuk mengerjakan ibadah sunnah di malam hari. Terlebih lagi dalam menjalankan sholat tahajud.


Hal demikian memang berdasarkan hadits Nabi yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam muslim. Yang mana di dalam hadits tersebut menjelaskan :

“ Setiap malam Allah SWT turun ke langit dunia sampai tersisa sepertiga malam yang terakhir. Ia (Allah) pun berkata, “ Adakah hamba-Ku yang meminta sehingga pasti Aku berikan apa yang ia minta?, Adakah hamba-Ku yang berdoa hingga pasti Aku kabulkan doanya?, Adakah hamba-Ku yang ber-istighfar sehingga Aku ampuni dosanya? ”.

Oleh karena itu, Waktu sepertiga malam inilah yang menjadi waktu-waktu paling utama untuk mengerjakan suatu amalan atau ibadah sunnah layaknya sholat tahajud. Sehingga dengan cara memilih waktu yang paling utama ini, semoga seluruh fadhilah yang terdapat di dalamnya mampu untuk diraih dan menjadikan kualitas hidup lebih baik. Tentunya juga senantiasa mendapat perlindungan dari Sang Pencipta alam semesta.


4. Pada Bulan Ramadhan
Shalat tahajud tidak hanya dilakukan di hari – hari biasa saja. Pada malam bulan puasa sebagaimana diyakini menjadi momen penuh berkah, jika kita melakukan ibadah sunah ini akan mampu melebur dosa – dosa yang ada. Berdasarkan hadits diriwayatkan oleh Muttafaqun ‘Alaih, Rasulullah SAW bersabda : “ Sesungguhnya Allah telah mewajibkan puasa di bulan Ramadhan dan telah men-sunahkan shalat malam pada malam harinya. Barang siapa yang melakukan keduanya karena iman dan ihtisab, maka dosa – dosanya akan keluar ( sampai ) seperti pada hari ia dilahirkan oleh ibunya. ”

Tentunya waktu terbaik ini tidak boleh kita sia – siakan lagi bukan…? Karena bulan istimewa tersebut hanya datang setahun sekali, sehingga sayang apabila kita tidak menghiasinya dengan shalat malam / tahajud.
Sumber:
https://www.arbamedia.com
 
Read More

Jumat, 25 Mei 2018

3 Alasan Mengapa Rasulullah Selalu Berjalan Cepat dan Tegap

CATATAN ANAK SHOLEH - Bentuk konsistensi Rasulullah SAW sebagai manusia pemberi tauladan bagi umat sejagat, memang amat mulia lagi mengesankan di saat setiap orang melihatnya. Dilihat dari tata cara beliau berjalan yang sedikit cepat dengan badan yang tegap, telah menguak berbagai hikmah dan alasan yang memang perlu dipecahkan. Yang mana sosok Nabi dan Rasul akhir zaman ini, akan memberikan sebuah tauladan dan ilmu bagi setiap umatnya dibalik setiap prilaku yang telah beliau terapkan sehari-hari.

Pada suatu ketika Sahabat Abu Hurairah R.A mencoba untuk menirukan tata cara berjalannya Baginda Rasulullah SAW, di saat beliau sedang mengantarkan jenazah seseorang. Di kala Abu Hurairah memperhatikan ketika Baginda Rasul berjalan dengan langkah biasa, pasti beliau mendahuluinya. Akan tetapi jika sahabat Abu Hurairah berjalan dengan setengah lari, barulah ia mampu berjalan bersamaan dengan Baginda Rasul atau bisa juga mendahului beliau. 

Maka dari situlah bisa dijelaskan beberapa alasan yang menjadikan Rasulullah memiliki gaya berjalan yang sedikit lebih cepat, jika dibandingkan dengan para sahabat di kala itu. Dan dibalik setiap langkah beliau, Memang memberikan sebuah tauladan yang begitu luar biasa bagi setiap umatnya.
Berikut beberapa alasan mengapa Baginda Rasul SAW, memiliki tata cara berjalan lebih cepat dengan posisi badan selalu tegap.

1. Bentuk konsistensi Rasulullah SAW dalam mengatur waktu
Dalam kehidupan beliau sehari-hari memang memiliki akhlak yang mulia. Sehingga di saat beliau berjalan dengan langkah yang sedikit lebih cepat, memang hal demikian karena Rasulullah selalu menghargai waktu. Dan hal tersebut merupakan bentuk konsistensi akan betapa pentingnya untuk menghargai setiap waktu. Yang mana selalu menggunakan waktu tersebut dengan sebaik-baiknya.

2. Rasulullah SAW selalu menghormati orang lain
Bagi setiap insan memang sudah sepatutnya untuk meneladani sosok manusia yang agung ini. Yang mana baginda Rasul SAW memang merupakan sosok manusia mulia yang selalu menghormati orang lain, dengan cara memperhatikan waktunya. Di saat beliau berkunjung kepada keluarganya yang jauh, beliau senantiasa melaksanakan perjalanan di waktu pagi. Hal demikian karena beliau tidak suka mengakhiri perjalanannya pada malam hari ketika hendak pulang kepada keluarga beliau.

Dari kisah di atas tentu ketepatan waktu dalam melakukan segala hal memang sangat penting bukan…?. Bahkan dalam Al-quran secara tersirat telah banyak sekali dalil yang menjelaskan, Agar setiap umat lebih memperhatikan dalam mengatur serta menggunakan waktu dengan sebaik-baiknya. Begitu pula seperti ucapan pepatah Arab mengatakan “ Waktu bagaikan pedang, yang apabila kita tidak menggunakannya dengan sebaik mungkin, maka celakah.”

Seperti halnya melaksanakan ibadah sholat wajib dengan tepat pada waktunya, merupakan firman Allah SWT yang telah termaktub dalam kitab suci Al-Quran. Maka dari itu, gunakanlah waktu ini dengan sebaik mungkin untuk menggapai kehidupan yang penuh berkah di dunia dan akhirat. 

3. Menggambarkan sosok manusia agung yang penuh tekad dan keberanian

Rasulullah SAW yang selalu berjalan sedikit cepat dengan badan yang selalu tegap, memang melambangkan sosok manusia tauladan yang penuh dengan tekad dan keberanian. Meskipun tegap dalam memposisikan postur tubuh, beliau pun juga tetap terkesan santun dan berakhlak mulia. Sehingga sosok panutan umat sejagat ini memang patut untuk dijadikan tauladan, agar setiap umat mampu memiliki jiwa yang bertekad kuat, tidak malas, dan rajin untuk beribadah.
 
Berdasarkan penjelasan yang terdapat pada hadits shahih, dalam Mukhtashar Asy-Syamail no.4 menjelaskan, Bahwasannya Sahabat Ali bin Abi Thalib R.A, memberikan gambaran : “ Rasulullah SAW orangnya tidak tinggi juga tidak pendek (sekali..), Jika melangkah, beliau berjalan dengan tegak layaknya orang yang sedang menapaki jalan menurun. Aku belum pernah melihat orang seperti beliau sebelum atau setelahnya.”

Itulah beberapa alasan mengapa Baginda Rasulullah SAW memiliki langkah sedikit cepat ketika berjalan, dengan postur tubuh tetap tegap. Semoga dari kisah di atas bisa menjadi tauladan bagi setiap insan, agar dalam menjalani hidup di dunia menjadi lebih berkah dan mampu menggapai jalan hidup yang diridhoi oleh Allah SWT.
Sumber:
arbamedia.com
Read More

Ramadhan Sambil Beramal

 
CATATAN ANAK SHOLEH - Ramadhan merupakan momen dimana umat muslim melaksanakan ibadah puasa. Selain puasa makan dan minum, Ramadhan juga menjadi momen dimana kesabaran seseorang diuji dan umat muslim diajak untuk bisa saling berbagi. Tanpa melakukan sedekah maka bulan Ramadhan tidak akan terasa lengkap.
Empat kewajiban umat Muslim di bulan puasa:

1. Menyegerakan Berbuka Puasa

Apabila telah datang waktu berbuka puasa, hendaklah menyegerakan berbuka, karena didalamnya terdapat banyak kebaikan.
“Manusia akan sentiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. al-Bukhari dan Muslim)

2. Memberikan Makanan Berbuka Puasa

“Barang siapa yang memberikan makanan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa itu” (Shohih Nasa’i dan Tirmidzi)
Amal ibadah mulia ini dapat Anda manfaatkan bersama tetangga atau anak-anak yatim yang bermukim disekitar rumah Anda. Memberikan makanan ini hanya satu contoh yang dapat kita terapkan dalam hal berbagi rezki kepada sesama umat. Hal ini juga perlu dibiasakan, agar setelah selesai bulan Ramadhan, hal ini tidak punah begitu saja.

3. Sholat Tarawih

Ibadah sunnah yang khas di bulan Ramadhan adalah shalat tarawih (qiyamul ramadhan). Dan yang paling penting diingat ialah shalat tarawain dapat dilakukan dirumah sekalipun. 

4. Berzakat

Zakat fitrah wajib dibayarkan sebelum hari Ramadhan berakhir oleh umat Islam, baik lelaki-perempuan, dewasa maupun anak-anak. Tujuannya untuk mensucikan orang yang melaksanakan puasa dan untuk membantu fakir miskin.
Zakat Fitrah merupakan Sunnah ketika bulan puasa untuk melengkapi ibadah Ramadhan. Selain berzakat, bersedekah juga disarankan untuk mensucikan bulan puasa dan membantu yang membutuhkan.

Sumber:
www.1001inspirasiramadhan.com/
Read More

Makanan Sahur Yang Sehat Untuk Anak




CATATAN ANAK SHOLEH - Anak-anak kerap mengantuk saat sahur dan jadi malas-malasan saat menyantap menu sahur. Padahal sahur adalah waktu yang sangat penting untuk memenuhi kecukupan nutrisi anak, agar ibadah puasanya bisa berjalan lancar.

Oleh karena itu, Ibu harus kreatif dalam mengolah sajian untuk sahur. Beberapa trik ini mungkin bisa langsung Ibu coba di rumah, niscaya anak-anak akan semakin bersemangat dan tetap sehat selama menjalani ibadah puasa.

Sajikan Makanan yang Tinggi Protein

Asupan protein yang cukup dapat membantu si kecil tetap sehat selama menjalankan ibadah puasa. Asupan protein bisa didapatkan dari beberapa bahan makanan seperti daging ayam, ikan, tahu, dan tempe.

Olah Sayur Menjadi Lebih Variatif

Kandungan vitamin, mineral dan serat pada sayuran membuat daya tahan tubuh anak tetap terjaga dan terhindar dari risiko sembelit. Pilihlah jenis sayuran yang praktis dan mudah diolah di waktu sahur seperti bayam, sawi, kembang kol, brokoli atau buncis. Ibu bisa membuat aneka tumisan dengan menggunakan margarin Blue Band serbaguna.

 

Biasakan Anak Minum Air Putih 

Konsumsi air dalam jumlah yang cukup akan membuat metabolisme tubuh buah hati dan seluruh anggota keluarga lainnya tetap lancar selama berpuasa. Ibu bisa mengajak anak untuk meminum air dalam putih jumlah yang cukup selama berpuasa.
Jangan lupa gunakan margarin Blue Band Serbaguna untuk membuat kreasi hidangan sahur yang menggugah selera!

Sumber:
1001inspirasiramadhan.com
Read More

Kamis, 24 Mei 2018

Terungkap! Rahasia Tersembunyi Tanda Titik Ini Dalam Al – Qur’an



CATATAN ANAK SHOLEH - Tentunya banyak di antara kita yang belum tahu tentang rahasia – rahasia tersembunyi dalam lafadz atau tulisan Al – Qur’an. Jika kita mengkaji lebih dalam lagi, maka kita akan menemukan beragam informasi dan pengetahuan sebagai pedoman dalam hidup kita sehari – hari, guna meraih ridlo dari Allah sang pencipta alam semesta.

Terlepas dari uraian di atas, mungkin saja kita belum mengetahui mengenai rahasia pada seluruh tanda titik di dalam Al – Qur’an. Telah disampaikan oleh beliau K.H Abdul Qoyyum ( Gus Qoyyum ) dari Lasem Rembang, dalam acara pengajian umum yang bertempat di Jombang – Jawa timur. 
Beliau menyampaikan, yang pertama : Sudah ada yang menghitung, Bahwa jumlah seluruh tanda titik yang terdapat dalam Al – Qur’an yaitu sebanyak 1.025.030 ( satu juta dua puluh lima ribu tiga puluh ).

Namun keistimewaan dalam Al – Qur’an tak berhenti dalam jumlah titiknya saja. K.H Abdul Qoyyum juga menyampaikan lebih rinci, bahwa antara titik yang pertama hingga pada titik terakhir dalam Al –Qur’an, terdapat rahasia terpenting untuk seluruh umat manusia di dunia yang telah diciptakan oleh Allah. 
 
Sumber:
www.arbamedia.com


Read More

Terapkan Amalan yang Dianjurkan di Bulan Suci Ramadhan


CATATAN ANAK SHOLEH - Memang sudah selayaknya sebagai umat muslim yang beriman untuk mengetahui beberapa amalan yang dianjurkan di bulan suci ramadhan. Agar nantinya bisa benar-benar memiliki persiapan yang cukup, Sehingga tidak sampai menyiakan kesempatan yang ada, Tentunya di bulan yang penuh berkah ini. Selain berpuasa yang memang sudah menjadi hal yang wajib, Beberapa amalan pun juga perlu diterapkan, Agar nantinya bisa menambah suasana di bulan Ramadhan terasa lebih indah. Sehingga beberapa amalan tersebut bisa menjadi jalan untuk kekhusu’an anda dalam menjalani semua aktivitas / kegiatan selama bulan Ramadhan.

Beberapa amalan tersebut pada dasarnya memang bukan suatu hal yang wajib, Namun anjuran Rasulullah SAW agar seluruh umat islam bisa menjalankan amalan tersebut. Sebab hal demikian menjadi kesempatan bagus untuk menyempurnakan pahala dan keimanan anda. Bahkan hal ini juga bisa menjadi jalan untuk menggapai ridho dari Allah SWT. Dan inilah amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW di bulan suci ramadhan.

1. Memperbanyak sedekah

Memperbanyak sedekah memang salah satu amalan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, Dimana menyedekahkan sebagian harta yang anda miliki memang suatu hal yang mulia. Karena dengan demikian, Rizki yang anda sedekahkan di bulan suci ramadhan, Mendapat balasan yang berlipat ganda di sisi Allah SWT. Dengan tanda kutip, Pemberian disertai niat yang tulus dan ikhlas. Dan anjuran Rasulullah SAW agar umat muslim memperbanyak sedekah terutama di bulan suci ramadhan, Berdasarkan sabda beliau yang telah diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibnu Abbas RA.

2. Memperbanyak I’tikaf
Dengan cara beri’tikaf atau menurut istilah syar’i adalah berdiam diri di masjid untuk beribadah kepada Allah SWT, Memang amalan yang dianjurkan di bulan suci ramadhan. Tentunya hal demikian bisa menjadikan anda terhindar dari perkara maksiat dan meningkatkan keimanan anda. Sehingga aktifitas yang anda kerjakan di bulan suci ramadhan tidaklah sia-sia. Anjuran tersebut berdasarkan hadits nabi yang telah diriwayatkan oleh Muttafaqun alaih dari Aisyah RA.

3. Mendirikan Shalat tarawih berjamaah

Sholat tarawih memang suatu ibadah sunnah yang kebanyakan orang muslim menjalankannya, Namun mendirikan sholat tarawih dengan berjamaah adalah salah satu anjuran rasulullah SAW kepada seluruh umat muslim. Yang mana anjuran tersebut berdasarkan hadits nabi yang diriwayatkan oleh Muttafaqun alaih dari Aisyah RA.

4. Menghidupkan malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan, Yang mana malam mulia ini berdasarkan pendapat yang paling kuat, Terdapat pada 10 malam yang terakhir di bulan Ramadhan, Tepatnya pada malam ganjil. Dan pada malam-malam tersebut alangkah baiknya jika diisi dengan kegiatan yang bermanfaat seperti I’tikaf, memperbanyak do’a, mengerjakan sholat malam dan amalan lainnya.

5. Membaca Al-Qur’an

Melakukan tadarus Al Qur’an juga merupakan kegiatan yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW, Apalagi amalan tersebut dijalankan saat bulan Ramadhan. Oleh karena itu memperbanyak bacaan Al Quran di bulan ramadhan juga merupakan kegiatan yang sangat mulia, Dan isilah waktu luang anda dengan memperbanyak bacaan Al Quran. Sehingga di bulan yang penuh berkah tersebut, Dapat meningkatkan ketaqwaan dan keimanan anda.

6. Melaksanakan ibadah umroh

Melaksanakan ibadah umroh di bulan suci Ramadhan, Merupakan salah satu anjuran Rasulullah SAW. Yang mana ibadah umroh di bulan Ramadhan, Pahalanya sama dengan melakukan ibadah haji. Sehingga ada baiknya jika anda melakukan ibadah umroh saat bulan suci Ramadhan tiba.

7. Memperbanyak istighfar pada malam akhir Ramadhan

Meminta pengampuanan pada malam akhir Ramadhan juga salah satu amalan yang sangat penting. Karena pada malam tersebut akan memberi banyak pengampunan bagi setiap dosa-dosa hamba Allah SWT yang meminta pengampunanNya. Hal demikian sesuai dengan hadits nabi yang telah diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Baihaqi dan Al-Bazzar.
Sumber:
www.arbamedia.com
 
Read More

Rabu, 23 Mei 2018

Ingatlah 5 Ayat Ini Jika Sedang Menghadapi Masalah yang Berat

Permasalahan yang berat dalam menjalani hidup kerap sekali melemahkan daya juang dalam jiwa dan raga seseorang. Pastinya setiap insan yang ada di dunia memiliki impian yang tinggi bukan..?. Dimana setiap impian atau cita-cita tersebut diraih dengan berbagai perjuangan yang penuh dengan rintangan. Sayangnya, Tidak semua orang yang siap dan sanggup melewati berbagai macam rintangan tersebut. Dan pada akhirnya berakhir dengan kegagalan dan rasa putus asa.

Hal yang semacam ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, dan jangan selalu berasumsi bahwa ” itu semua adalah takdir semata ”. Padahal di setiap permasalahan yang begitu berat untuk dipikul, maka di situlah anda akan memperoleh hasil yang terbaik. 

Ingatlah 5 Ayat Ini Jika Sedang Menghadapi Masalah yang Berat



CATATAN ANAK SHOLEH - Permasalahan yang berat dalam menjalani hidup kerap sekali melemahkan daya juang dalam jiwa dan raga seseorang. Pastinya setiap insan yang ada di dunia memiliki impian yang tinggi bukan..?. Dimana setiap impian atau cita-cita tersebut diraih dengan berbagai perjuangan yang penuh dengan rintangan. Sayangnya, Tidak semua orang yang siap dan sanggup melewati berbagai macam rintangan tersebut. Dan pada akhirnya berakhir dengan kegagalan dan rasa putus asa.

Hal yang semacam ini tidak boleh dibiarkan begitu saja, dan jangan selalu berasumsi bahwa ” itu semua adalah takdir semata ”. Padahal di setiap permasalahan yang begitu berat untuk dipikul, maka di situlah anda akan memperoleh hasil yang terbaik. 

Tidak hanya itu saja, bahkan di dalam ayat suci Al-Quran, Allah SWT dengan begitu jelas telah memberikan motivasi yang cukup luar biasa bagi setiap insan, yang mana sedang dilanda permasalahan berat di tengah perjuangan yang sedang mereka hadapi. Maka dari itu, ingatlah pada setiap makna dalam ayat-ayat Al-Quran tersebut sebagai landasan di mana letak dan ukuran beratnya suatu permasalahan itu sendiri. 

Dengan begitu, nantinya daya perjuangan dalam jiwa dan raga bisa tetap termotivasi, Sehingga pada akhirnya bisa meraih apa yang telah diimpikan selama ini. Inilah 5 ayat dalam Al-Quran yang bisa anda simak, dan patut anda jadikan motivator jika sedang menghadapi permasalahan berat dalam hidup anda. Sehingga dari situ anda bisa mengingatnya, Dan pikiran positif akan tumbuh dalam diri anda, serta rasa semangat tetap mengitari di tengah-tengah perjuangan yang sedang anda hadapi.

 

1. Yakinlah Bahwa Anda Pasti Sanggup Menghadapinya

Semua permasalahan yang ada memang sudah diukur dan disesuaikan dengan kemampuan seseorang dalam menghadapi permasalahan tersebut. Sehingga tanamkanlah dalam benak pikiran dan hati anda agar selalu berpikir positif, dan yakin bahwa anda bisa menghadapinya.

Q.S. Al-Baqarah : 286 yang berbunyi : “ Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya ”.

Sungguh maha besar Allah dengan segala firman-Nya. Permasalahan memang datang dengan kadar ukuran yang berbeda ketika menimpa diri setiap insan. Akan tetapi, anda pun tidak perlu cemas dan khawatir, karena semua permasalahan yang datang menghampiri anda, memang sudah disesuaikan dengan kadar kemampuan yang anda miliki. Dimana selama proses berjuang untuk menuju impian, hendaknya anda bisa selalu menyalakan pikiran positif dalam menangani semua permasalahan yang ada, meskipun itu berat bagi anda. Alhasil, Anda pun bisa tetap yakin dan optimis bahwa anda bisa menghadapi permasalahan tersebut.

2. Selalu Ada Kemudahan Di Balik Kesulitan Yang Ada

Untuk menghadapi semua permasalahan yang ada, hendaknya anda bisa menghilangkan rasa putus asa dalam menghadapi permasalahan tersebut. Dimana setiap masa sulit yang menimpa anda, maka di situ pasti ada solusi dan kemudahan yang akan menghampiri jika anda selalu memiliki kiat untuk berusaha.

Q.S Al-Insyirah : 5-6 yang berbunyi : “ Maka sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan ”.

Dimana jika kita selalu menghindari kesulitan, maka tidak akan mendapatkan kemudahan. Dan jika menimpakan kesulitan atau masalah tersebut kepada orang lain, maka kemudahan itu akan didapat oleh orang lain tersebut. Nah, dari situ pasti anda tidak ingin bukan..?, bahwa kemudahan yang sebenarnya itu milik anda, dimiliki oleh orang lain. Maka dari itu, hadapi semua permasalahan yang ada dengan berpikir positif, meskipun permasalahan tersebut berat rasanya bagi anda. Dan tetap yakinlah, Bahwa selalu ada kemudahan di balik masa sulit tersebut. 

3. Anda Pun Bisa Berubah Untuk Menjadikan Diri Lebih Baik

Jika selalu mengeluh tentang diri anda yang kurang memiliki nasib seperti yang dimiliki oleh orang lain, maka itu tidak dibenarkan. Dan intinya, Bahwa anda pun bisa berubah untuk menjadi lebih baik jikalau anda mau berusaha untuk berubah.

Q.S Ar-Rad : 11 yang berbunyi : “ Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, hingga mereka mengubah diri mereka sendiri ”.

Oleh karena itu selama rasa semangat dan usaha dalam diri ini terus ditumbuhkan, maka semua masalah tersebut bisa ditemukan sebuah solusi yang tepat dalam menghadapinya. Dan setidaknya anda juga bisa berusaha untuk melakukan segala sesuatunya dengan sebaik mungkin. 

4. Ada Hikmah Di Balik Suatu Hal Yang Tidak Disukai

Ketika menghadapi sesuatu hal yang tidak disukai, maka biasanya akan timbul rasa sedih, benci, marah, kecewa, yang pada akhirnya akan menimbulkan rasa putus asa. Padahal jika diperhatikan, bahwa ada hikmah dan kebaikan di balik suatu yang tidak disukai tersebut.

Q.S. Al-Baqarah : 216 yang berbunyi “ Dan boleh jadi kamu membenci sesuatu tetapi ia baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu tetapi ia buruk bagimu, dan Allah mengetahui dan kamu tidak mengetahui “.

Semisal : Jika kita tidak diterima kerja di sebuah perusahaan, maka terkadang rasa kecewa, benci, bingung, dan sejenisnya, akan kerap terlontar dalam benak pikiran dan hati. Padahal bisa jadi hal tersebut merupakan yang terbaik bagi diri anda. Dan jika anda seandainya diterima kerja di perusahaan tersebut ada hal buruk yang terjadi pada diri anda saat itu. Oleh karena itu, janganlah putus asa dan selalu berbaiklah sangka dengan semua yang anda alami, dan terus semangat untuk berusaha mencari yang terbaik.

5. Selalu Takwa dan Tawakal Pada Sang Ilahi

Selalu bertakwa dan bertawakal kepada Sang ilahi ketika menghadapi masalah berat, memang bisa menjadi penenang hati yang gundah gelisah dan rasa putus asa. Sehingga dari situ anda bisa melakukan kedua akhlak mulia ini, guna memupuk rasa juang yang kuat untuk menghadapi semua permasalahan yang ada.

Q.S. Ath-Thalaq : 2-3 yang berbunyi “ Barang siapa bertakwa kepada Allah, maka Dia (Allah) akan menjadikan jalan keluar baginya, dan memberinya rizki dari jalan yang tidak ia sangka. Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah maka cukuplah Allah baginya, Sesungguhnya Allah melaksanakan kehendak-Nya, Dia (Allah) telah menjadikan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu ”.

Dengan bertawakal dan bertakwa kepada Allah SWT, Maka ketika menghadapi permasalahan berat, Allah akan melapangkan jalan keluar dan datangnya rizki yang tak disangka. Memang hal demikian merupakan solusi yang tak tertandingi, dan perlu untuk selalu diterapkan dalam menjalani hidup sehari-hari.
 
Sumber: 
www.arbamedia.com
 
Read More

Inilah 6 Pesan Rasulullah Saat Menjelang Bulan Ramadhan


CATATAN ANAK SHOLEH - Bulan Ramadhan 2018 sudah dekat di hati kita, yaitu jatuh pada hari Kamis tanggal 17 Mei 2018. Nah dalam rangka menyambut kedatangan bulan suci Ramadhan ini, yakni bulan yang penuh dengan berkah, di mana sebagai umat muslim kita pastinya bangga menyambut datangnya bulan suci tersebut. Sementara ibadah yang kita lakukan di bulan suci Ramadhan, Tentunya akan diberkahi dengan pahala yang berlipat ganda.

Maka dari itu, sudah seharusnya kita memiliki persiapan yang sebaik-baiknya. Sehingga nantinya semua ibadah bisa kita tunaikan, layaknya berpuasa, mengerjakan sholat, dan lainnya baik itu ibadah wajib maupun sunah. Dengan begitu, saat kita menjalankan semua amalan ibadah tersebut, bisa berjalan dengan baik dan istiqomah.
 
Oleh sebab itu, Sudah seharusnya kita mengingat pesan-pesan Rasulullah SAW dari apa yang telah beliau sabdakan. Karena dengan mengingat beberapa pesan beliau tersebut, kita bisa menanamkan dalam hati dan pikiran tentang apa yang diamalkan kala bulan suci Ramadhan telah tiba. Hingga akhirnya, keberkahan dan keistimewaan / keutamaan bulan suci Ramadhan bisa kita raih.
  Dan inilah pesan Rasulullah S.A.W di saat menjelang bulan suci ramadhan, Yang telah dinukil berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah dari Salman al-Farisi. Di dalam hadits tersebut menjelaskan bahwa Rasulullah S.A.W sedang bekhutbah  pada akhir bulan Sya’ban, Yang berisi beberapa pesan kepada seluruh umat islam. Sehingga dari hadits tersebut bisa diambil 6 pesan yang bisa disimpulkan sebagai berikut :
 

1. Gunakanlah bulan suci Ramadhan dengan sebaik-baiknya

Bulan Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah bagi umat islam. Yang mana pada bulan Ramadhan terdapat satu malam yang lebih baik dari pada seribu bulan. Yang dimaksud dengan satu malam tersebut adalah malam Lailatul Qodar. Dan Allah telah mewajibkan umat islam berpuasa di siang hari dan menjadikan Qiyamu lail (shalat terawih) adalah suatu tathawwu’ (sunnah). Dengan demikian, Bahwa di bulan Ramadhan menandakan suatu bulan yang penuh dengan pahala. Oleh karena itu, Hendaknya anda bisa memanfaatkan bulan yang penuh berkah ini dengan sebaik mungkin.

2. Ingat bahwa Pahala di bulan Ramadhan berlipat ganda

Bila anda mendekatkan diri kepada Allah dengan suatu kebajikan di bulan ramadhan, Niscaya akan mendapatkan pahala seperti menunaikan ibadah fardhu di bulan yang lain. Dan barang siapa yang menunaikan ibadah fardhu di bulan Ramadhan, Niscaya akan mendapatkan pahala layaknya menunaikan 70 ibadah fardhu di bulan yang lain. Oleh karena itu, Dapat disimpulkan bahwa pahala di bulan ramadhan sangatlah berlipat ganda.

3. Ingat bahwa bulan Ramadhan bisa melatih kesabaran anda

Bulan ramadhan adalah bulan yang penuh dengan kesabaran. Dan barang siapa yang sabar pahalanya adalah syurga. Tahukah anda, Bahwa ketika berpuasa di bulan suci Ramadhan, Anda dilatih untuk menghindari makan, minum dan semua yang bisa membatalkan puasa tersebut berdasarkan kurun waktu yang telah ditentukan. Secara tidak langsung anda telah melatih kesabaran dengan mengikuti semua aturan dalam berpuasa. Dan inilah yang menjadikan bulan ramadhan bisa melatih kesabaran dalam diri anda.

4. Belajarlah bersimpati kepada orang lain


Saling bersimpati kepada orang lain, Itulah salah satu pesan rasulullah kepada umat islam. Yang mana seperti anjuran Rasulullah S.A.W untuk memberi makan ketika berbuka puasa meskipun hanya sebiji kurma, dan seisap air susu. Dan barang siapa yang memberi makan untuk berbuka kepada orang lain, Maka pahalanya seperti puasanya orang tersebut. Dengan demikian rasa bersimpati antar sesama akan tumbuh dan menjadikan seseorang akan memiliki rasa peduli yang tinggi.

5. Meningkatkan amal sholih


Bulan suci Ramadhan adalah bulan rahmat, Yang mana pada sepuluh hari pertama di bulan tersebut adalah bulan yang penuh rahmat. Dengan adanya hal demikian, Maka hendaknya perbanyaklah amal sholih layaknya berbakti kepada orang tua, saling menolong antar sesama, bertutur santun dan lainnya, Agar anda selalu mendapatkan rahmat dari Allah SWT.

6. Memperbanyak berdoa dan meminta ampunan

Di sepuluh Pertengahan bulan suci Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan ampunan, Dan di sepuluh terakhirnya adalah terbebas dari api neraka. Maka dari situ anda bisa memperbanyak do’a dan ampunan kepada Allah SWT.  Di dalam bulan suci Ramadhan, Hendaknya memperbanyak kalimat thoyyibah, istighfar dan berdoa kepada Allah agar dimasukkan surgaNya, Serta memohon perlindungan dari api neraka.
 
Sumber:
www.arbamedia.com
 
Read More

bawah artikel

New Update

Subcribe