Empat Jam Ustaz Zulkifli Diperiksa di Bareskrim Mabes Polri

Catatan Anak Sholeh
 Ustaz Zulkifli Muhammad Ali, MA.
Catatan Anak Sholeh - Jakarta , Mubaligh asal Payakumbuh, Sumatera Barat, Ustaz Zulkifli Muhammad Ali, MA., diperiksa polisi selama empat jam di Gedung Bareskrim Polri, Cideng, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Kamis (18/01). Ustz Zulkifli dijadikan tersangka dalam kasus dugaan ujaran kebencian dan SARA. 
"Pemeriksaan lancar, cair, penuh kehangatan. Pak Direktur bilang silakan kembali berdakwah," kata Ustaz Zulkifli usai diperiksa, Kamis petang (18/01). Seelumnya pemeriksaan dimulai pukul 13.30 WIB dan berakhir pada 17.30 WIB.
Zulkifli mengatakan, polisi tidak berniat mengriminalisasi dirinya sebagai ulama terkait kasus yang menjeratnya. "Pak Direktur bilang tidak ada keinginan kriminalisasi ulama. Justru mereka memuliakan ulama," katanya.
Zulkifli pun berpesan kepada pendukungnya agar tidak memusuhi polisi, TNI dan pemerintah. "Polisi, tentara, pemerintah bukan musuh. Tapi ada kekuatan jahat di balik itu yang mau memecah belah kita," katanya.
Dalam pemeriksaannya tersebut, Zulkifli mengaku didampingi oleh 40 orang pengacara serta diantar ratusan pendukungnya.
Sebelumnya, Ustaz Zulkifli ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan penyidik Siber Bareskrim atas laporan bernomor LP/1240/XI/2017/Bareskrim tertanggal 21 November 2017, di mana Zulkifli dituduh terlibat dalam kasus dugaan tindak pidana menunjukkan kebencian kepada orang lain berdasarkan diskriminasi SARA dan atau dengan sengaja menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan SARA.
Dalam laporan itu, yang dipermasalahkan adalah isi ceramah Zulkifli yang diduga berisi ujaran kebencian dan bernuansa SARA. Video ceramah tersebut viral setelah rekamannya diunggah ke media sosial.
Atas tuduhan tersebut, Ustaz Zulkifli disangkakan Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45B UU Nomor 19 Tahun 2016 dan atau Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan Etnis.
sumber: Antara
Sumber :
Share This:


EmoticonEmoticon