Paksakan Tetap Beribadah Walau Terasa Malas

Catatan Anak Sholeh
Paksakan Tetap Beribadah Walau Terasa Malas
Salah satu karakter iman seseorang adalah naik-turun. Kadang berada di puncak, tak jarang pula berada di bawah. Tidak bisa dipastikan, kecuali bagi orang-orang terpilih dari kalangan Nabi dan orang-orang shaleh setelahnya.
Ketika iman berada di puncak kualitas, itulah kondisi yang diharapkan. Sayangnya, kondisi sebaliknyalah yang sering terjadi; iman menurun hingga berada di lembah terendah. Di tahap ini, iman dirasa kurang manfaatnya. Banyak di antara mereka yang terjerumus dalam kemalasan berkelanjutan hingga futur bahkan sampai berani meninggalkannya, Na'udzhubillah.
Nabi sallallahu’alaihi wa sallam bersabda, 
" إِنَّ لِكُلِّ شَيْءٍ شِرَّةً وَلِكُلِّ شِرَّةٍ فَتْرَةً فَإِنْ كَانَ صَاحِبُهَا سَدَّدَ وَقَارَبَ فَارْجُوهُ وَإِنْ أُشِيرَ إِلَيْهِ بِالأَصَابِعِ فَلا تَعُدُّوهُ " رواه الترمذي 2453 وحسنه الألباني في صحيح الترمذي 
“Sesungguhnya pada segala sesuatu itu ada masa semangat. Dan pada kesemangatan itu ada (massa) kemalasan. Kalau orang yang dalam kondisi malas dapat menjaga keseimbangan (amalannya). Maka semoga mendapatkan kemenangan. Kalau dia (terlalu semangat dalam beramal sampai terkenal) dan ditunjuk. Maka dia jangan dimasukkan (golongan orang saleh).” (HR. Tirmizi, no. 2453 dihasankan oleh Al-Albany dalam Shahih Tirmizi, 1995)
Allah Ta'ala,  berfirman:
وَاذْكُر رَّبَّكَ فِى نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْأَاصَالِ وَلَا تَكُنْ مِّنَ الْغٰفِلِينَ
"Dan ingatlah Tuhanmu dalam hatimu dengan rendah hati dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, pada waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lengah." (QS. Al-A'raf 7: Ayat 205)
Sesungguhnya hati manusia berada diantara jari jemari Allah Ta'ala, Dialah yang kuasa mengarahkannya sesuai dengan kehendak-Nya. Untuk itu agar hati ini terus diarahkan kepada kebaikan dan amal shaleh serta dihilangkan dari berbagai penyakit termasuk rasa malas maka mintalah kepada Allah melalui berdoa kepada-Nya. Ucapkanlah doa di saat pagi hari tatkala ia hendak memulai aktivitasnya dan juga di saat petang hari tatkala ia mengakhiri aktivitasnya.
Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa membaca do’a:
اللَّهُمَّ إِنِّى أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْجُبْنِ وَالْهَرَمِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا وَالْمَمَاتِ
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari kelemahan, rasa malas, rasa takut, kejelekan di waktu tua, dan sifat kikir. Dan aku juga berlindung kepada-Mu dari siksa kubur serta bencana kehidupan dan kematian).” (HR. Bukhari no. 6367 dan Muslim no. 2706)
Karena hakekat nafsulah yang menjadikan segala sesuatu menjadi berat, termasuk ibadah. Ibadah menjadi berat karena kita tak mampu menundukan nafsu menjadi sesuatu yang mulia dan bermanfaat untuk kepentingan akhirat kelak. Dan diantara penyakit nafsu yang menguasai manusia adalah malas, malas melakukan ketaatan, begitu beratnya hingga sampai sampai untuk melakukan shalat berjamaah di masjid yang berjarak 50 meter tak sanggup, sementara jalan jalan mengelilingi pasar atau mal yang berkilometer ringan sekali.
Penyebab orang malas untuk beribadah adalah karena mereka melupakan urgensi ibadah. Di antara bentuk kelalaian seseorang adalah karena ia lupa bahwa ia adalah seorang makhluk yang lemah. Padahal sebenarnya hanya Allah-lah yang membuat ia menjadi kuat dan bisa mengerjakan ibadah. 
Sebagai seorang muslim, dia seharusnya mengetahui serta memahami bahwa beribadah kepada Allah menjadi inti untuk mendapatkan bantuan dan pertolongan dari Allah Ta'ala.
Untuk itu jika berat dalam melakukan ketaatan dan ibadah, paksakan agar bisa tetap menjalaninya. Karena sesungguhnya rasa malas adalah salah satu bentuk bisikan setan.
Wallahu a'lam
Abu Miqdam
Komunitas Akhlaq Mulia
Share This:


EmoticonEmoticon