Pena yang Menghantarkan ke Surga

Catatan Anak Sholeh

Strategi barat dalam menjauhkan umat Islam dari agamanya dan memerangi kaum muslimin sampai hari ini adalah dengan perang pemikiran (Al Ghazwul Fikr). Serbuan pemikiran adalah senjata yang ampuh dalam merusak akidah, pemikiran dan perilaku umat Islam.
Pada era informasi dan era digital saat ini media sosial berkembang sangat pesat tidak lagi terbatas pada media cetak dan media audio visual saja, akan tetapi kini media online dengan jaringan internet yang mudah di akses menjadi sarana komunikasi massa dan pembentuk opini.
Media merupakan alat yang efektif dalam membentuk opini (public opinion) bahkan dapat mempengaruhi orang secara kuat dan massif. Alasan yang lain adalah bahwa pada masa sekarang manusia cenderung memanfaatkan media sosial dalam mencari berbagai informasi yang dibutuhkan.
Oleh karena itu disinilah memanfaatkan media tesebut untuk berdakwah melalui tulisan. Selain sebagai perlawanan perang pemikiran di media sosial menulis memiliki keutamaan tersendiri bahkan merupakan sunnah yang dilakukan Rasulullah SAW.
Sebagaimana yang dikatakan oleh Sayidina Ali bin Abi Thalib ra. "Tulisan adalah tamannya para ulama" dan  Beliau pun mengatakan bahwa "Tulisan merupakan tali pengikat ilmu dan pengetahuan"
Melalui tulisan para ulama terdahulu mengabadikan dan menyebarluaskan pandangan keislamannya. Banyak para sahabat Nabi, ulama dan tokoh-tokoh Islam yang menghasilkan karya besar melalui penanya (tulisannya).
Seperti Abu Bakar Ash-Shiddiq, Umar bin Khattab,Usman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Tsabbit, Amr bin Ash, Abdullah bin Rawahah, Muhammad bin Maslamah, Mu'adz bin Jabal, Mu'awiyyah bin Abi Sufyan, dan para sahabat lainnya. Dari goresan pena merekalah, Alquran yang sekarang kita baca diriwayatkan.
Menulis sudah tak terpisahkan dari aktivitas dakwah para ulama terdahulu, sehingga mereka mampu menghasilkan karya-karya besar mereka yang dipakai hingga saat ini. Seperti Imam Malik dengan karya fenomenalnya Al Muwattha', Imam Syafi'i dengan kitab al-Umm, Imam Ahmad dengan Musnad-nya, hingga Buya Hamka dengan tafsir Al Azharnya. 
Dakwah dengan tulisan menjadi keharusan terutama dimasa kekinian karena penyampaian dakwah akan lebih efektif dan efisien. Jangkauan target dakwah akan lebih banyak dan lebih luas.
InsyaAllah melalui pena yang kita goreskan dengan kalimat-kalimat dakwah akan menjadi wasilah kebangkitan umat Islam dan jalan bagi kita untuk meraih ampunanNya serta menjadi wasilah menuju surgaNya.
Sayidina Ali bin Abi Thalib ra berkata "Semua penulis itu akan mati, hanya karyanyalah yang akan terus abadi, maka tulislah sesuatu yang membahagiakan dirimu diakhirat nanti".
Tulislah apa yang ingin kamu tulis baik itu kehidupan sehari-harimu atau pengalaman pribadimu. Niatkanlah setiap tulisan yang akan disebarkan semata-mata dalam rangka dakwah menuju kebangkitan Islam.
Selvi Sri Wahyuni Spdi.
Sumber:
Share THIS:


EmoticonEmoticon