Secercah Asa di Ghouta

Bekas serangan bom di Ghouta Timur. [foto: aljazeera]
CATATAN ANAK SHOLEH - Suriah, kembali membara. Diberitakan sejak akhir pekan lalu, pasukan Pemerintah Suriah membombardir Ghouta Timur dengan menggunakan bom laras, artileri, dan jenis senjata lainnya. Serangan yang dilakukan dan diklaim untuk menumpas kelompok pemberontak tersebut ternyata turut membunuh warga sipil di sana.
Kelompok Oberservatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia (HAM), Kamis (22/2), mengatakan, serangan selama lima hari di Ghouta Timur telah menyebabkan lebih dari 400 orang tewas. Jumlah tersebut tak hanya mencakup orang dewasa, tetapi juga anak-anak (Republika.co.id, 25/2/2018).
Entah berapa lagi ratusan bahkan ribuan nyawa kaum muslimin syahid di bumi Syam. Entah berapa banyak lagi tetesan darah dan air mata yang tumpah di tanah Syam yang diberkahi. Entah sampai kapan penduduk Ghouta menahan lara di bawah hujaman bom yang meluluhlantakan tanah Ghouta. 
Bumi yang dulu damai kini bagai neraka dunia. Tangisan menyayat hati anak-anak yang tak berdosa karena kehilangan nyawa orang tuanya. Tangisan pilu seorang ibu dan ayah yang kehilangan nyawa buah hatinya. Tangisan pasrah seorang istri yang kehilangan belahan jiwanya. Tangisan tak berdaya seorang suami yang kehilangan ratu di kehidupannya. Tetesan air mata yang jatuh tak terhitung, nyatanya tak mampu meredam bara di Ghouta.
Teriakan takbir di antara hujaman bom menjadi saksi syahid para syuhada Ghouta. Nyawa kaum muslimin seperti tak berharga di bawah pembantaian yang dilakukan rezim laknat Assad. Satu demi satu hanya menunggu untuk menjemput syahid.
Sungguh saya pribadi tak sanggup melihat berbagai foto dan video yang viral di media sosial, yang menggambarkan perihnya penderitaan saudara-saudara kita di Ghouta. Sebagai seorang ibu, betapa hancur hati saya melihat anak-anak Ghouta bertarung dengan maut. Bagaimana jika mereka adalah anak-anak kandung saya. Kuatkah saya menyaksikan mereka syahid? Sampai kapan, tolong berikan saya jawaban pasti sampai kapan umat ini terzalimi dan teraniaya?
Tak sampaikah teriakan mereka ke telinga para penguasa muslim? Atau kah mereka pura-pura tuli? Diam membisu, sebagaimana diamnya mereka ketika etnis muslim Rohingya dibantai massal. Atau sebagaimana tak pedulinya mereka ketika bumi suci Palestina dirampok paksa Zionis Israel
Padahal kedua tangan mereka mampu untuk melakukan perlawan. Tapi mereka gunakan untuk menyenangkan tuan-tuan mereka dengan mengorbankan nyawa saudara mereka sendiri. Mereka berlindung di balik pencitraan lewat kata-kata kecaman dan kutukan.
Beginilah kondisi umat Islam tanpa adanya seorang khalifah. Bagaikan ayam kehilangan induknya. Tercabik-cabik menjadi tumbal bagi keserakahan hawa nafsu sistem jahiliah. Tak ada lagi perisai yang bernama khilafah, yang menjaga dan melindungi jiwa, harta, raga dan nyawa kaum muslimin.
Ya Allah Zat yang Maha Pengasih, selamatkanlah Ghouta, tolonglah saudara-saudara kami di Ghouta, bantulah mereka dengan segala daya dan upaya-Mu. Cerai beraikanlah setiap upaya musuh-musuh-Mu yang berupaya membumihanguskan bumi Syam yang Engkau berkahi. Balaslah tipu daya mereka dengan balasan yang membuat mereka terhina di dunia mau pun di akhirat-Mu kelak. Karena Engkaulah sebaik-baiknya pembuat tipu daya.
Ya Allah Zat yang Maha Menepati Janji, telah kau kabarkan kepada kami, umat Rasul-Mu di akhir zaman, sebagai tanda-tanda akhir zaman. Dari Abu Darda radhiyallaahu 'anhu, bahwasanya Rasulullaah shallallaahu 'alayhi wasallam bersabda : "Sesungguhnya tempat berlindung kaum Muslimin pada hari huru hara adalah di Ghouta, sebelah kota yang disebut sebagai Damaskus. Tempat itu adalah salah satu tempat terbaik wilayah Syam." (HR. Ahmad No. 21725, Abu Dawud No. 4298).
Ya Allah Zat yang Maha Mengetahui, jika Ghouta adalah tempat terbaik di wilayah Syam. Semoga atas izin-Mu, secercah asa akan muncul di Ghouta, di mana akan ada seorang khalifah-Mu yang kelak membebaskan bumi Ghouta dari berbagi kezaliman dan pertumpahan darah. Bukan hanya di Ghouta juga di belahan bumi yang lain di mana kaum muslimin menunggu seorang khalifah yang akan membebaskan mereka dari tirani rezim zalim. Kabulkan doa kami ya Allah Zat yang Maha Mengabulkan Doa. Aamin ya Rabbal’alamiin.
#PrayForGhouta
#SaveGhouta
#WeAreOneUmmah
Sumber:
www.suara-islam.com


EmoticonEmoticon