Selamatkan Generasi dari Narkoba

Catatan Anak Sholeh
Ilustrasi
CATATAN ANAK SHOLEH - Akhir-akhir ini media dihebohkan dengan beberapa kasus penyalahgunaan narkoba terutama dikalangan selebritis. Bukan hal yang aneh Indonesia merupakan sasaran yang paling empuk dan surganya bagi pebisnis dan pengguna narkoba. Apalagi melihat pangsa pasar pengguna narkoba adalah kalangan selebritis dan eksekutif muda. Wajar saja bisnis barang haram ini bisa beromset milyaran rupiah dalam sehari. Bahkan barang haram ini sangat mudah diselundupkan. Negara pengimpor terbesar narkoba adalah China dan Thailand.
Narkoba yang memiliki istilah lain yaitu Napza, dari tahun ke tahun terus meningkat. Bahkan jumlah pengguna narkoba di Indonesia hingga November 2015 mencapai 5,9 juta orang. Setiap 30-40 orang meninggal karena narkoba, 15 ribu pertahun generasi muda mati sia-sia.
Memang pada awalnya pangsa pasar narkoba adalah kalangan selebritis dan eksekutif muda. Namun seiring berjalan waktu banyak mahasiswa dan pelajar mulai menjadi pengguna narkoba. Bahkan tidak sedikit para pekerja swasta, PNS, bahkan aparat seperti oknum TNI, oknum Polri termasuk oknum dari BNN mulai menjadi pengonsumsi narkoba.
Narkoba atau Nafza (narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya), sangat berbahaya. Apabila masuk kedalam tubuh akan merusak susunan syaraf otak kemudian menjadikan daya tahan tubuh menurun, mengakibatkan kecanduan bahkan kematian.
Barang haram ini memiliki harga yang variatif mulai puluhan ribu, ratusan ribu, bahkan jutaan rupiah dengan pangsa pasar yang berbeda terutama generasi muda. Diskotik, club-club malam menjadi sarang peredaran benda maut tersebut. Peredarannya begitu cepat dan mudah didapat, seakan tidak ada solusi walaupun sangat berbahaya bahkan dapat menyebabkan kematian.
Narkoba dengan berbagai jenis seperti putau, morfin, ekstasi, pil koplo dan sejenisnya, lebih dahsyat bahayanya dari miras (minuman keras). Ironisnya negeri ini mayoritas muslim di dunia tapi sangat mudah generasi mudanya terjerumus pada narkoba. Fase awal biasanya penasaran kemudian ingin mencoba kemudian menikmati hingga membuat kecanduan, itulah bahayanya. Nikmatnya hanya sesaat tapi bahayanya mengakibatkan kehancuran dan kerusakan generasi dan tatanan sosial.
Dalam Islam segala sesuatu yang memabukkan dan merusak akal adalah haram. Sebagaimana hadits Rasulullah Saw :
كُلُّ مُسْكِرٍ خَمْرٌ، وَكُلُّ مُسْكِرٍ حَرَامٌ
“Semua yang memabukkan adalah khomer, dan semua yang memabukkan hukumnya haram.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Jika kita kaitkan dengan masalah narkoba, zat yang terkandung didalamnya dapat memabukan, merusak dan menghilangkan akal manusia seperti miras bahkan lebih berbahaya.  Dengan demikian maka narkoba dihukumi haram sebagaimana miras.
Selain itu hadits lain yang menjadi dalil diharamkannya narkoba yaitu bahwa Rasulullah Saw  bersabda:
لاَ ضَرَرَ وَلاَ ضِرَارَ
“Tidak boleh melakukan perbuatan yang membahayakan(diri) dan membahayakan(orang lain)”. (HR. Ibn Majah dan Ahmad)
 
Dalam hadits tersebut menjelaskan bahwa segala perbuatan yang berbahaya atau mengakibatkan kemudharatan baik bagi diri maupun orang lain apapun jenisnya hukumnya haram. Narkoba mengakibatkan kemudharatan dan kerusakan tatanan sosial sehingga hadist diatas pun menjelaskan keharamannya.
Narkoba merupakan alat penjajahan terhadap generasi muda, apalagi dalam sistem kapitalisme saat ini demi meraih keuntungan sebesar-besarnya tanpa memperdulikan halal haram, berakibat mudharat atau maslahat tetap hawa nafsu yang menjadi standar. Syariat Sang pencipta diabaikan. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi generasi ini dari malapetaka narkoba.
Wallahu a'lam
Selvi Sri Wahyuni Spdi.
(Muslimah Peduli Generasi)
share THIS:


EmoticonEmoticon