Sudrajat: Umaro dan Ulama Harus Bersatu Selamatkan NKRI


CATATAN ANAK SHOLEH - Bogor , Calon Gubernur Jawa Barat Mayjen TNI (Purn) Sudrajat hadir dalam majelis tafsir Alquran pimpinan Prof Dr KH Didin Hafidhuddin di Masjid Al Hijri I, Jl. Re Martadinata, Kota Bogor, Ahad pagi (18/3/2018).
Dalam sambutannya, pria yang biasa disapa Kang Ajat itu menegaskan bahwa umat Islam perlu berdaulat. "Kalau saya bicara Islam itu bukan sara, tapi bicara soal hak dan kewajiban. Saat ini penduduk Jabar 93 persen umat Islam, yang punya saham terbesar di Jawa Barat orang Islam, untuk itu orang Islam harus jadi 'direktur utamanya', insyaallah," ungkapnya.
Bersama Syaikhu, Kang Ajat menjelaskan visinya dalam kepemimpinan yaitu ingin membawa Jabar dengan ketakwaan. "Ingin memuliakan agama di Jawa Barat dan menjalin kerukunan antarumat beragama, dan saya ingin meyakinkan umat lain bahwa Islam akan memberikanrahmatan lil alamin," jelasnya.
Kang Ajat yang pernah lama bertugas di London bercerita tentang bagaimana perlakuan terhadap umat Islam disana. "Di London, di Amerika, kalau ada penembakan jika pelakunya bukan Islam dibilangnya 'orang gila' tapi kalau pelakunya orang Islam disebutnya teroris. Oleh karena itu kita buktikan kalau orang Islam itu akan memberikan rahmat kepada semua," ungkapnya.
"Dan nyatanya, orang non Islam hidupnya lebih nyaman di tengah-tengah umat Islam daripada orang Islam hidup ditengah-tengah orang non Islam," tambahnya. Ia mengatakan demikian, pernah mengalami saat tinggal selama 3-4 tahun di London, ia merasa kurang nyaman disana karena saat itu belum terlalu bebas menjalankan agama, bahkan ketika ada keluarganya yang pakai hijab itu ditegur polisi.
Oleh karena itu, kata Kang Ajat, di dalam kepemimpinan Umaro dan Ulama harus bersatu, "NKRI harus kita selamatkan. Dulu yang memperjuangkan NKRI itu adalah ulama dan santri, sejak awal mereka yang mengawal aspirasi Islam," ujarnya.
Menurut Kang Ajat, visinya ingin membawa Jabar bertakwa itu selaras dengan prinsipnya di militer. "Kalau di Sapta Marga itu sumpah ketiganya berbunyi; Kami Ksatria Indonesia, yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta membela kejujuran, kebenaran dan keadilan."
"Jadi prinsip militer itu takwa, karena itu saya ingin bersama orang-orang yang bertakwa," tandas Kang Ajat.
Sumber:
www.suara-islam.com


EmoticonEmoticon