Wanita Mulia dalam Islam


CATATAN ANAK SHOLEH - Wanita adalah sosok yang sangat istimewa. Bagaimana tidak wanita memiliki kedudukan yang tinggi dalam Islam, dia sebagai madrasatul ula sekaligus pencetak generasi penerus peradaban.
Sayangnya dalam sistem kapitalisme saat ini wanita dijauhkan dari fitrahnya. Bahkan wanita dalam sistem kapitalisme dijadikan sebagai komoditas ekonomi yang bisa dieksploitasi layaknya barang dagangan. Beragam produk di media saat ini yang menampilkan wanita menjadi obyek seksual yang dapat mendongkrak produk penjualan melalui iklan, hiburan bahkan prostitusi online. 
Perwujudan pandangan dalam sistem kapitalisme ini mendasarkan pada paham kebebasan demi meraup keuntungan yang sebesar-besarnya, paham ini dianut oleh kaum feminisme. Kalangan feminisme menjajakan ide liberalnya dengan dalih menuntut hak persamaan antara laki-laki dan perempuan.
Kemunculan feminisme dilatarbelakangi adanya diskriminasi terhadap perempuan dalam sejarah dimasa silam. Banyak para wanita yang terbawa arus paham feminisme, meninggalkan peran dan fitrah mereka sebagai wanita. Akhirnya terjadi kehancuran keluarga dan bangsa.
Perjuangan kaum feminis dalam memperoleh hak-hak mereka justru sampai saat ini tidak menjadi solusi, bahkan kehidupan wanita saat ini dengan ide-ide liberal dan media kapitalis malah menjadikan wanita dalam keadaan hina dan terpuruk. Kriminalitas terhadap wanita semakin mengerikan, kekerasan, kerusakan fitrah manusia, bahkan menggoyahkan bangunan keluarga dan mengancam kehidupan generasi. 
Sungguh Islam adalah agama yang sempurna yang diturunkan oleh Allah SWT sebagai rahmatan Lil alamin. Islam mengatur dan mampu memecahkan problematika manusia. Islam mengatur kedudukan seorang wanita. Sebagaimana firman Allah SWT: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu. Hanya kepada-Ku lah kamu akan kembali.” (QS. Luqman: 14)
"Kami perintahkan kepada manusia supaya berbuat baik kepada ibu bapaknya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah, dan melahirkannya dengan susah payah (pula). Mengandung dan menyapihnya adalah tiga puluh bulan.” (QS. Al-Ahqaf: 15)
Dalam sebuah hadits disebutkan bahwa pernah ada seorang laki-laki datang kepada Rasulullah dan berkata, “Wahai Rasulullah, siapa orang yang paling berhak bagi aku untuk berlaku bajik kepadanya?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ibumu.” Orang itu bertanya lagi, “Kemudian setelah dia siapa?” Nabi menjawab, “Ayahmu.” (HR. Bukhari)
Penjajahan berkedok kebebasan ala feminis ini harus diakhiri dengan pemberlakuan syariat islam secara kaffah, bukan justru membenci dan menyudutkan syariat islam.
Dalam Islam  wanita tidak boleh dieksploitasi sebagai model atau pengiklan produk. Justru wanita harus dimuliakan , menjaga kehormatan dengan menutup auratnya. Tidak dibiarkan wanita merendahkan kehormatan dirinya dengan membuka aurat. Karena wanita adalah sebagai kehormatan keluarga dan bangsa
Wanita dalam islam adalah sosok insan yang banyak memberi manfaat sesuai tuntunan syariat, istri adalah sebagai partner bagi suami sekaligus sebagai ibu dan pendidik generasi.
 
Kemuliaan wanita hanya dapat diraih dalam pnerapan syariat Islam secara kaffah. Wallahu a'lam bishowab.

Selvi Sri Wahyuni Spdi
sumber:
www.suara-islam.com


EmoticonEmoticon