Tuesday, December 4, 2018

Hubungan Maksiat dengan Musibah


Oleh: Resti Fauziah
Mahasiswa Akuntansi Syariah STEI SEBI
MUSIBAH bisa menimpa siapa saja, kapan saja dan dimana saja. Baik ia seorang yang taat kepada Allah (muttaqi) atau seorang pendosa (ahli maksiat). Lihat kehidupan berbangsa dan bernegara kita saat ini, musibah menerpa siapa saja. Ada yang kekeringan, banjir, tanah longsor, dan lain-lain musibah, bahkan ada yang tertimpa musibah di jalan diterjang truk tronton yang blong rem-nya sehingga puluhan orang meninggal.
Musibah adalah takdir Allah sebagaimana takdir-takdir yang lain, dan kita tidak tahu kapan akan menimpa. Kepada siapa dan kapan itu akan terjadi. Ini merupakan rahasia Allah semata.
Allah berfirman:
ولقد أرسلنا إلى أمم من قبلك فأخدنهم بابأساء و الضراء لعلهم يتضرعون
“Dan sungguh Kami telah mengutus (Rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kesengsaraan dan kemelaratan, supaya mereka memohon (kepada Allah) dengan tunduk merendahkan diri.“ (QS. Al An’am 42)
Lihatlah dalam kehidupan sosial masyarakat ini, tampak kemaksiatan merajalela di mana-mana, pergaulan bebas, riba, judi, narkoba, minuman keras dan lain-lain.
Adakah hubungan antara musibah yang menimpa seseorang atau sebuah bangsa dengan kemaksiatan-kemaksiatan yang dilakukannya?
Allah berfirman:
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah kami akan menimpakan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat kami) itu. Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.“ (QS. Al A’raf 96)
Ayat ini menunjukkan adanya hubungan antara kemaksiatan dengan dicabutnya berkah dari langit dan bumi. Kemaksiatan adalah lawan kata dari ketaatan. Jika seseorang tidak taat kepada Allah, berarti dia bermaksiat kepada Allah. Musibah adalah suatu kondisi yang tidak disukai yang menimpa pribadi atau bangsa, baik menimpa fisik maupun psikis, atau disebut dengan البأساء : kesempitan hidup, kesusahan, kemiskinan (kondisi yang menimpa kejiwaan) dan الضراء : musibah yang menimpa badan, sakit, gempa bumi, banjir, kekeringan, dan lain-lain.
Allah berfirman:
“Maka masing-masing (mereka itu) kami siksa disebabkan dosanya, diantara mereka ada yang kami timpakan kepada mereka hujan batu kerikil dan diantara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur dan diantara mereka ada yang kami benamkan ke dalam bumi. Dan Allah sekali-kali tidak menganiaya mereka, tetapi merekalah yang menganiaya diri sendiri.“ (QS. An Ankabut 40)
Kaum para nabi sebelum Rasulullah telah diadzab oleh Allah hanya karena satu kemaksiatan yang mereka lakukan. Contoh Kaum Nabi Luth telah diadzab dengan dibaliknya tanah dimana mereka berpijak yang atas menjadi di bawah, yang bawah menjadi diatas karena tingkah laku homo seksual mereka . Kaum Nabi Nuh telah ditenggelamkan karena mereka menentang nabi mereka. Hanya karena satu kemaksiatan hancurlah mereka, kemudian lihatlah bangsa ini, kemaksiatan-kemaksiatan yang dilakukan oleh bangsa-bangsa terdahulu ada pada bangsa ini pada waktu yang sama, menentang dan bahkan melecehkan Rasulullah, homoseksual, mencuri timbangan, riba dan lain-lain.
Kemaksiatan ada pada bangsa kita saat ini. Apa sih kemaksiatan yang tidak ada pada bangsa ini, seringnya bahkan tampak nyata tidak tersembunyi. Orang-orang tidak segan lagi tidak merasa malu terhadap Rabbnya. Seandainya Allah menurunkan adzab pada bangsa ini, kita berlindung kepada Allah dari hal tersebut, maka itu merupakan suatu hal yang wajar, karena dosa dan kemaksiatan yang telah kita lakukan. Semoga Allah melindungi dan merahmati kita semua.
Rasulullah bersabda:
“Hindarilah Asy Syuhh. Karena sesunguhnya asy syuhh itu menyebabkan kebinasaan kepada orang-orang sebelum kalian. Asy syuhh itu menyebabkan mereka menumpahkan darah dan menghalalkan apa-apa yang dilarang Allah untuk mereka.“ (HR. Muslim)

Sumber : https://www.islampos.com/hubungan-maksiat-dengan-musibah-117749/

0 comments

Post a Comment