Tuesday, December 4, 2018

Khusyu Itu Tunduk pada Kebenaran


ALLAH berfirman:
قد أفلح المؤمنون .الذينهم فى صلا تهم خاشعون
“Sungguh telah beruntung orang 2 beriman. Yaitu mereka yang khusyu dalam shalatnya.” (QS Al Muminun 1-2)  
Arti khusyu menurut bahasa adalah: Kerendahan, kehinaan dan diam.
Dari tiga makna di atas maka mereka yang khusyu adalah mereka yang merendahkan, menghinakan dan mendiamkan dirinya di hadapan Allah SWT.
Ada juga yang mengartikan khusyu dengan “الإنقياد للحق” Tunduk pada kebenaran”
Orang yang khusyu shalatnya adalah mereka yang tidak hanya baik ketika shalat, tetapi mereka tetap menerapkan nilai-nilai Islam di setiap sisi kehidupan, baik dalam berbisnis, seni, budaya dan politik.
Sahabat nabi yang bernama Khuzaifah berkata:
إياكم وخشوع النفاق ، فقيل له ،وما خشوع النفاق ؟ قال أن ترى الجسد خاشعا والقلب ليس بخاشع
“Jauhilah khusyu munafiq, di katakan kepadanya, apakah itu? Yaitu engkau lihat tubuhnya khusyu tetapi hatinya tidak.”
Mungkin engkau melihat orang munafiq itu berkopiah dan bersurban, dan kata-katanya menarik, tetapi sebenarnya ia pendukung kebatilan.
Khuzaifah berkata;
أول ما تفقدون من دينكم الخشوع وأخر ما تفقدون من دينكم الصلاة .ورب مصل لا خير فيه .ويوشك أن تدخل المسجدالجماعة فلا ترى فيهم خاشعا
“Yang pertama kali hilang dalam agamamu adalah khusyu dan yang terakhir adalah shalat. Berapa banyak orang shalat namun tidak lahir kebaikan dari dirinya. Dikhawatirkan masuk sebuah jama’ah ke masjid, namun tidak satupun engkau lihat dari mereka yang khusyu.”
Tempat khusyu adalah hati, karenaya ketika Umar melihat seorang menundukkan tengkuknya, lalu Umar berkata, “Wahai engkau yang menundukkan tengkuknya, angkatlah tengkukmu, karena khusyu itu bukan ditengkuk tetapi di hati.”
Dalam hadist Nabi SAW mengatakan,
“لو خضع قلب هذا لخشعت جوارحه”
“Kalau hati ini tunduk, maka khusyu’lah anggota tubuh.” Begitulah komentar Nabi ketika melihat seseorang yang sibuk dengan jenggotnya.
Khusyu di masjid penting, tetapi khusyu di luar masjid jauh lebih penting, karena di dalam masjid kita cenderung pada kebaikan sedangkan di luar masjid butuh perjuangan untuk lebih baik.
Khusyu itu bukan hilang ingatan ketika shalat, mereka yang khusyu’ dalam shalat adalah mereka yang yakin bahwa sedang bertemu dengan Rabbnya.

Kalau khusyu’ itu hilang ingatan, maka tidak ada perintah shalat khauf dan membunuh binatang dalam shalat tanpa harus membatalkannya. []
Referensi: Madariju Salikin-Ibnu Qayyim Al Jauziah
Faisal Kunhi
Imam Masjid Sirothol Mustaqim, Ansan Korea Selatan
Gontor ,
S1 UIN Syarif Hidatatullah Jakarta, S2 : Institut Ilmu AlQuran
*#Share berkahnya ilmu*
*#Join channel Telegram:* 
https://t.me/joinchat/AAAAAERt3deogV8PX4M0Qg untuk mendapatkan tulisan saya setiap hari

0 comments

Post a Comment